Harus Bebas dari Parkiran

Kawasan SMA Tugu
MALANG- Banyaknya keluhan masalah parkir yang membuat pengguna jalan terganggu di depan kawasan SMA Tugu, anggota DPRD Kota Malang pun ikut bersikap. Mereka mendesak ada penataan parkir di sekolah-sekolah kawasan Tugu tersebut agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya. Salamet, anggota Komisi C menegaskan hal ini kepada Malang Post kemarin. “Seharusnya tidak ada parkiran di situ. Sebab kawasan tersebut merupakan kawasan Bundaran Tugu yang harus bebas dari parkir kendaraan,” kata dia. Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan, harus ada solusi untuk menyelesaikan masalah ini. “Ini juga demi kelancaran arus lalu lintas di sana. Apalagi, di kawasan Bundaran Tugu yang menjadi salah satu ikon kota ini ada jalur pertigaan yang mengundang kerawanan kecelakaan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang seharusnya juga bertindak,” tegasnya.   
Wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Kedungkandang ini juga menyarankan agar semua kendaraan yang berurusan dengan sekolah di sekitar SMA Tugu, masuk dalam area parkir di dalam sekolah. “Begitu pula pengguna jalan yang tak berkepentingan di sekolah,  sebaiknya tidak parkir di depan SMA Tugu,” ungkap Salamet. Dia tidak memungkiri, bila Dishub Kota Malang tidak segera bertindak, bukan hal mustahil badan jalan di depan Bundaran Tugu akan semakin menyempit lantaran banyak digunakan untuk parkir. Senada dengannya, anggota Komisi C, Kwindya Dwi Karana juga mengingatkan agar Dishub menata parkir sehingga tidak mengundang keluhan warga.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Malang Kota, AKP Erwin Aras Genda mengungkapkan bila pihaknya sudah mendapatkan laporan tentang banyaknya kendaraan yang menggunakan bahu jalan di tempat tersebut untuk parkir.  “Kami sudah mendatangi satu persatu sekolah tentang parkir tersebut. Dan jawaban pihak sekolah adalah mereka terpaksa memakai bahu jalan untuk perkir kendaraan siswa karena memang lahan parkir di dalam sudah tidak bisa lagi menampung kendaraan. Lalu dimana mereka akan parkir,” paparnya. Sayangnya, menurut dia, polisi belum bisa memberikan tindakan apapun sebelum membicarakan serius masalah ini dengan pihak terkait.  “Yang bisa kami lakukan hanya membantu kelancaran arus agar tidak terjadi kemacetan,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat yang melintas di kawasan SMA Tugu mengeluhkan banyaknya motor atau mobil yang parkir di depan sekolah. Mereka menilai, parkir kendaraan yang berada di depan sekolah-sekolah tersebut sangat membahayakan bagi pengguna jalan lainnya. Kepada Malang Post, Sudirman Saidi, warga Jalan Gatot Subroto Malang mengaku sering lewat depan bundaran tugu ini untuk mengantar anaknya sekolah, berulangkali nyaris menabrak motor atau mobil yang diparkir memakan badan jalan. Dia dan masyarakat lainnya juga meminta pihak sekolah untuk ikut bertanggungjawab mengatasi masalah parkir kendaraan siswanya yang membeludak. “Jangan muncul ada korban dulu lalu mulai dibenahi,” katanya. (van/ira/mar)