Pegawai Hotel Terkena Jebakan Teman

Dibekuk Bawa Ganja
MALANG– Agung Budi, 28 tahun, warga Jalan Tunggul Ametung, Singosari sejak Senin (3/12) petang meringkuk di sel Polres Malang Kota. Pegawai Hotel Ubud Jalan Sigura-Gura Malang ini ditangkap petugas  di depan peron terminal Arjosari, karena membawa ganja. Sebagai barang bukti, petugas mengamankan satu tas kecil yang di dalamnya berisi dua bungkus ganja kering. Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan menerangkan, dua bungkus ganja tersebut, satu diantaranya ditemukan petugas di dalam bungkus rokok yang ada dalam tas tersangka. “Dua bungkus ganja ini ukurannya ada yang besar dan ada yang kecil, yang kecil ditemukan dalam bungkus rokok yang ada dalam tas tersangka,” terangnya.
Penangkapan terhadap Agung sendiri tak lain berawal dari informasi masyarakat. Sebelumnya, petugas mendapat informasi jika di terminal Arjosari kerap dijadikan transaksi narkoba. Informasi itu kemudian oleh petugas diselidiki. Dan hasilnya, petugas pun mencurigai Agung yang datang di terminal Arjosari tersebut sebagai salah satu pengedar ganja. Penyelidikan terus dilakukan. Petugas, yang awalnya hanya curiga mulai melakukan pendekatan kepada Agung. Menyaru sebagai pembeli, petugas pun mulai memesan daun memabukkan itu. “Awalnya tersangka tidak percaya, tapi setelah terus menerus didekati, tersangka pun mau menjual ganjanya kepada petugas,” kata Dwiko, panggilannya.
Petugas pun setuju, dan langsung nyanggong di areal terminal Arjosari. Dan begitu melihat Agung, petugas langsung menangkapnya. “Saat ditangkap, tersangka tidak melakukan perlawanan. Dia langsung menyerah saat digiring ke Polres Malang Kota,” terang dia. Sementara itu kepada petugas, Agung mengatakan jika ganja tersebut sebetulnya tidak untuk dijual, tapi dipakai sendiri. Bahkan, ganja yang ada di tangannya itu juga bukan hasil membeli, tapi pemberian dari temannya pertengahan November lalu. Tapi ganja tersebut tidak diterima secara langsung, melainkan diletakkan temannya di bawah pot depan RS Bersalin Siti Mariam, Lawang.
Dan saat mendapatkan ganja Agung tidak langsung menggunakan, karena takut. Tapi karena keinginannya kian kuat Agung pun mencoba menghisapnya.
“Saya tidak melinting sendiri, tapi dengan rokok yang sudah saya keluarkan tembakaunya, untuk kemudian saya campur dengan ganja tersebut dan saya isap,” ujar Agung. Dia mengaku seakan terkena jebakan untuk melakukan transaksi ganja karena terus menerus dipaksa oleh temannya yang ingin membeli ganja tersebut. “Sebetulnya setelah mendapat ganja, barang itu saya bagi dua degan teman saya. Sisanya saya pakai sendiri, tapi kemudian ada teman yang butuh, jadi saya berikan,’’ tandasnya. (ira/mar)