Dishub Janji Penertiban

SMA Tugu Klaim Bangun Lahan Parkir
MALANG- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang akhirnya bereaksi terhadap permasalahan parkir di kawasan SMA Tugu. Mereka berjanji segera menertibkan lokasi tersebut. Sayangnya, penertiban bukan melarang parkir di depan SMAN 1, SMAN 4 dan SMAN 3, namun hanya sebatas mengatur atau menata ulang lokasi parkir tersebut. “Dalam minggu ini, kami tertibkan. Akan dikurangi jumlah kendaraan yang parkir di depan SMA Tugu. Prinsipnya diatur supaya  rapi sehingga tidak ada yang dirugikan,” jelas Plt Kepala Dishub Kota Malang, Drs Samsul Arifin. Diakui dia,  lokasi parkir di sekitar SMA Tugu merupakan obyek retribusi parkir.
“Kami tidak semata-mata demi retribusi parkir. Tetapi demi pelayanan lalu lintas. Sehingga masyarakat tidak dirugikan. Prinsipnya untuk kepentingan semua masyarakat,” katanya.
Penataan parkir di SMA Tugu, lanjut dia, sama halnya seperti yang dilakukan di depan sekolah MIN Jalan Bandung. Selama ini, mobil-mobil penjemput siswa MIN Jalan Bandung juga sering dikeluhkan karena menaruh kendaraan dengan seenaknya.  Samsul yang juga Kabid Perparkiran Dishub ini memastikan segera berkoordinasi lagi dengan Polres Malang Kota. Sehingga penataan parkir di sekolah-sekolah yang mengundang kemacetan segera dilakukan dalam pekan ini juga.
Sampai kemarin siang, warga masih saja mengeluhkan kendaraan yang diparkir di depan SMA Tugu. Pasalnya, mobil yang diparkir berjejer dan memakan badan jalan. Sehingga sebagian jalan di Bundaran Tugu hanya tinggal separuh. Akibatnya arus lalu lintas di depan SMA Tugu juga kerap macet.
Seperti seorang pengendara motor Vario bernama Lukman yang tidak bisa melewai Jalan Sultan Agung Utara Malang karena tertutup banyaknya motor yang parkir dan aktifitas bongkar muat salah satu kantor ekspedisi di jalan tersebut. Dia yang berada di Jalan Pajajaran, akhrinya harus memutar kendaraannya. “Sebetulnya ini jalan pintas jika mau ke Stasiun Kota Malang atau ke Pemkot, tapi tidak bisa lewat karena banyak kendaraan yang parkir,” katanya. Sementara itu, dua kepala sekolah di SMA Tugu mulai angkat bicara terhadap keluhan masyarakat ini. Mereka sama-sama mengaku masih membangun lahan parkir di dalam sekolah.
”Saya yakin masyarakat menyadari karena masih dibangunkan lahan parkir yang luas,” ungkap Kepala SMAN 3 Malang, HM Shulton M.Pd. Dia mengatakan, sekolah yang dipimpinnya membangun fasilitas parkir yang ditargetkan rampung selama enam bulan. Ia berharap jika fasilitas tempat parkir selesai maka semua kendaraan bermotor akan tertampung di dalam gedung.  Sedangkan  Kepala SMAN 4 Malang, Tri Suharno menegaskan pihaknya juga sudah berupaya menata parkir dengan membangun parkir bertingkat di sekolah. “Selama ini pengelolaan parkir di depan sekolah kami, dilakukan langsung oleh dinas terkait. Kami juga tidak pernah terima uang setoran,” kata dia. Sebenarnya, lanjut Tri, siswa sempat mengeluhkan tarif parkir di jalan raya yang terlalu mahal. “Sudah pernah disampaikan kepada dinas perhubungan dan sudah ada tindak lanjutnya,” tegasnya. (van/oci/ira/mar)