Polisi Tangkap Penodong Polisi

MALANG - Pelaku  penodongan pistol, kepada anggota unit SIM Brigadir Nyoman Sumarsa di Jalan Semeru, beberapa waktu lalu,  berhasil diungkap anggota Tim Crime Cruiser (TCC) Polres Malang Kota.
Adalah Lendi Johan Santoso, 23 tahun, warga Jalan Klayatan Gg I. Lendi ditangkap di rumahnya, tadi malam. Infomasi yang berhasil dihimpun, penangkapan terhadap Lendi berawal dari identitas motor Honda Super cup N 3872 BI yang dikendarai Lendi.
‘’Sesuai nopol dan noka motor, diketahui pemiliknya adalah Junaidi, warga Jalan Klayatan Gg I, kemudian ditelusuri, dan baru tadi malam (semalam, Red.) ditemukan, termasuk Lendi yang saat itu ada di rumah langsung kita amankan,’’ urai Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Dwiko Gunawan, sembari mengatakan Junaidi merupakan orang ke tiga pemilik motor. Orang pertama alamatnya di Jalan Kawi Atas, kemudian dijual kepada Kho Yang, warga Jalan Kawi Atas, dan selanjutnya dibeli oleh Junaidi..
Namun begitu, Dwiko menjelaskan jika Lendi bukan pelaku atau masuk jaringan teroris. Lendi mengalami gangguan jiwa. ‘’Berdasarkan surat 998/RM/IX/2012, pelaku mengalami gangguan jiwa berat, surat tersebut dikeluarkan oleh RSSA Malang,’’ kata Dwiko.
Namun begitu, tim penyidik tidak serta merta membebaskan pelaku. Polisi  akan mengirim pelaku ke Poli Jiwa, RSSA Malang. ‘’Pelaku juga sempat diperiksa oleh dokter dari Polres Malang Kota, dan kondisinya labil,’’ tambah Dwiko.
Dalam penangkapan tersebut, petugas juga mengamankan barang bukti motor, helm, serta pisau yang sempat ditodongkan kepada korban. ‘’Pelaku sempat menodongkan pistol tapi pistol tersebut adalah mainan, dan oleh pelaku dibuang di Sungai Brantas,’’ tambah Dwiko.
Lalu kenapa Lendik melakukan penodongan? Dijelaskan, ketika itu Lendi pulang dari rumah temannya di Jalan semeru. Selanjutnya dia melihat kabel yang menghalangi jalan motornya, dan langsung dipotong.
‘’Yang jelas kami tadi (kemarin, Red.) juga sudah mengkonfrontir dengan saksi korban yaitu Roni Wijaya dan Brigadir Nyoman. Mereka membenarkan jika Lendi yang menodong beberapa waktu lalu,’’ tambah Dwiko sembari mengatakan selain di Jalan Klayatan Gg I tersangka juga memiliki alamat di Jalan Basuki Rachmad.
Selain Lendi, petugas juga membawa orang tua Lendi, yaitu Erna Hastuti, 53 tahun, dan Junaidi, 63 tahun. Kedua orang tua ini dimintai keterangan seputar kesehariannya Lendi.
Erna sendiri mengatakan jika anaknya mengindap sakit jiwa sejak Maret 2012 lalu. Saat itu Lendi berusaha bunuh diri di rumahnya. ‘’Terakhir Agustus lalu dia membakar rumah adik saya di Jalan Basuki Rachmad Gg IV, dari situ kemudian saya membawa dan memeriksakan Andik (panggilan Lendi) ke poli jiwa RSSA Malang. Diketahui anak saya mengalami gangguan jiwa berat,’’ urai Erna.
Erna sendiri tidak tahu sebab Lendi mengalami sakit jiwa, tapi menurutnya dia pernah beberapa kali mondok. ‘’Terakhir dia belajar ilmu agama di pondok Baiturrohman, Jalan Ciliwung,’’ tambah Erna, yang mengaku kaget anaknya ditangkap, terlebih ada tuduhan anaknya masuk jaringan teroris. ‘’Anak saya bukan teroris, dia tidak pernah terlibat aksi teroris, baik di Malang maupun di tempat lainnya,’’ tambah Erna.(Ira/avi)