Tujuh Pemuda Wagir Dipolisikan

WAGIR– Dua remaja bawah umur asal Wagir, Rabu (5/12) lalu mengadu ke Polres Malang. Mereka yakni Luna (nama samaran), 13 tahun, warga Dusun Jamuran, Desa Sukodadi dan Lina (nama samaran), 12 tahun, warga Desa Parangargo melapor telah menjadi korban asusila yang dilakukan tujuh pemuda asal Desa Sumbersuko, Wagir di sebuah rumah kosong Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Wagir. “Masih kami lakukan penyelidikan,” ungkap Kanit PPA Polres Malang, Ipda Sutiyo. Sesuai penuturan korban, peristiwa itu terjadi 25 Nopember 2012 lalu sekitar pukul 16.00.  “Kedua korban berboncengan sepeda motor berniat ke rumah salah satu temannya. Namun di tengah perjalanan, mereka dihentikan tujuh pemuda,” terang dia.
Mereka diketahui bernama Eko, 19 tahun, Adi, 20 tahun, Arif, 20 tahun, warga Desa Sumbersuko, Wagir. Lalu Deni, 18 tahun serta Riski, 18 tahun, warga Dusun Kenongo, Desa Sumbersuko, Wagir. Dan Dicky, 18 tahun, warga Dusun Sumberpang, Desa Sumbersuko, Wagir.
Setelah berhenti, mereka lalu mengajak paksa kedua korban untuk ikut jalan-jalan. Meski korban sempat menolak, namun para pelaku ini terus memaksa. Selanjutnya dengan dibonceng sepeda motor, kedua korban dibawa ke rumah kosong. Di rumah yang menjadi saksi bisu itu, mereka menjadi korban asusila. Terbongkarnya perbuatan bejat para pelaku ini, bermula dari kecurigaan orangtua korban yang melihat perubahan pada diri korban. Setelah ditanyakan dan didesak, korban menceritakan apa yang terjadi. Tidak terima dengan kejadian itu, diantar orang tuanya masing-masing melapor ke Polres Malang. (agp/mar)