Penodong Polisi Diperiksa Intensif, Cari Pistol ke Sungai

GIRING : Lendi Johan Santoso (kiri) digiring ke RSSA Malang.

MALANG– Anggota Satreskrim Polres Malang Kota terus intensif memeriksa Lendi Johan Santoso, pelaku penodongan senjata api (senpi) kepada anggota polisi Aipda Nyoman Sumarsa beberapa waktu lalu. Meski sebelumnya pemuda berusia 23 tahun tersebut dinyatakan mengalami gangguan jiwa, namun polisi tidak gampang percaya begitu saja. Kemarin, Lendi kembali digiring ke ruang Poli Jiwa RSSA Malang untuk diperiksa kembali. “Surat keterangan yang dibawa orang tua pelaku yang isinya menyatakan dia mengalami gangguan jiwa berat ini tidak menyurutkan kami untuk memproses kasus itu,” terang Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan.
Menurutnya, surat dari Poli Jiwa RSSA Malang ini nanti yang dijadikan dasar penyidik untuk melanjurkan proses hukum selanjutnya. Selain memeriksakan lendi, polisi juga memeriksa keluarga dan warga sekitar yang mengetahui kehidupan pemuda tersebut. “Saat ini kami juga sedang mencari senpi yang dipakai Lendi untuk melakukan penodongan. Kami tidak percaya begitu saja dengan keterangan Lendi yang menyatakan senpi itu adalah korek api,” lanjut pria yang pernah menjabat Kasatreskrim Polres Batu itu.  
Sementara itu, Erna Hastuti, ibu Lendi mengaku jika Lendi kerap ngamuk dan merusak barang-barang berharga di rumahnya. “Sebelum saya tahu dia sakit, saya beberapa kali diancam akan dibunuh. Ayahnya juga diancam,” terang Erna.  Dijelaskannya, Lendi merupakan anak satu-satunya dari dia dengan suaminya, Junaidi, 62 tahun. Erna juga mengatakan, sejak mengetahui anaknya mengalami gangguan jiwa berat, dia selalu memberikan obat. Itu satu-satunya cara agar Lendi tenang. “Kalau tidak minum obat dia kambuh, dan ngamuk. Dan minum obat pun harus ditunggui, karena jika tidak dia akan membuang obatnya, dan akhirnya dia mengamuk,” tandasnya.
Seperti diketahui,  pelaku penodongan senpi kepada anggota Unit SIM, Aipda Nyoman Sumarsa
berhasil ditangkap anggota Tim Crime Cruiser (TCC) Polres Malang Kota.  Adalah Lendi Johan Santoso. Dia ditangkap  setelah petugas berhasil mengidentifikasi motor Honda Super Cup, N 3872 BI yang dikendarainya saat kejadian. Yang mengagetkan,  Lendi mengalami gangguan jiwa.  Ini didasarkan surat 998/RM/IX/2012 dari RSSA Malang yang mengatakan pelaku mengalami gangguan jiwa berat. (ira/mar)