Polsek Lowokwaru Panen Pencurian

LOWOKWARU– Kawanan pencuri mengobrak-abrik wilayah hukum Polsekta Lowokwaru, Rabu (5/12). Para ‘tamu tak diundang’ tersebut beraksi di empat tempat. Buntutnya, Polsekta Lowokwaru pun panen laporan pencurian. Yang pertama menimpa Falokh Fazarudin, 19 tahun, asal Desa Mertatu RT05 RW05, Kecamatan Benjeng, Gresik. Kamar kosnya di Jalan Watu Gilang Malang, diobok-obok pencuri saat ditinggal salat Subuh di Masjid Al Khoirot yang tidak jauh. “Kejadiannya sekitar pukul 05.00. Barang yang hilang laptop, HP dan uang Rp 40.000,” tuturnya kepada petugas.  Dia menduga, pelakunya menyaru sebagai tamu kos dan masuk ke dalam kamarnya.
“Saya melihat pintu kamar sudah dalam keadaan terbuka ketika pulang dari masjid,” lanjutnya. Ketika dilihat, ternyata barang-barang senilai Rp 2 juta tersebut sudah amblas. Falokh, panggilannya sempat bertanya kepada beberapa teman kosnya. Mereka mengaku sempat melihat seorang laki-laki keluar dari kamar kos Falokh. Namun tidak berani menegur karena menduga orang tersebut adalah saudaranya. Sedangkan pencurian kedua terjadi di parkir sebuah warung Jalan Veteran Malang. Korbannya Devi Sukmawati, 19 tahun, asal Jalan Mandau, Kelurahan Tebel, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Dia mengaku, saat itu meninggalkan tasnya di atas motor untuk membeli makan. Namun, beberapa menit kembali ke motornya, tasnya yang berisi laptop dan surat-surat penting sudah raib.
Sedangkan kejadian pencurian ketiga terjadi di salah satu masjid areal kampus Universitas Brawijaya (UB). Shinta Gitaning Rahayu, 19 tahun, asal Desa Tambahrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi mengaku kehilangan laptop, dua ponsel dan dompetnya ketika ditinggal salat. “Kerugian saya sekitar Rp 5 juta,” lapornya kepada petugas Polsekta Lowokwaru. Yang terakhir, pencuri beraksi di Jalan Sunan Kalijaga, Perum Grand Sigura-Gura Malang. Pelaku berhasil membawa kabur sepeda angin milik Findany Tri Mahari, 54 tahun, warga setempat. Menurutnya, sebelum hilang sepedanya diletakkan di teras rumah lantaran basah setelah kena hujan. Setelah salat Maghrib, Findany pun berniat memasukkan sepedanya, tapi sepeda tersebut sudah tidak ada. Akibat peristiwa ini, Findany mengalami kerugian Rp 4 juta. (ira/mar)