Ngaku Satpol, Mantan PNS Pemkot Ditangkap

DIPERIKSA : Adi Wiyoto dan Sudjaryanto dimintai keterangan di  ruang Satpol PP Kota Malang.

MALANG-  Adi Wiyoto, 58,  warga Kromengan dan Sudjaryanto, 60 tahun,  warga Pakis ditangkap Satpol PP Kota Malang, kemarin sore. Dua sahabat karib itu diamankan lantaran diduga sering melakukan pemerasan dan penipuan dengan mengatasnamakan berbagai instansi di Pemkot Malang. Petualangan keduanya berakhir di rumah Buwono, di Jalan Mayjen Panjaitan Malang. Awalnya, Buwono yang nyaris jadi korban curiga melihat perangai Adi Wiyoto dan Sudjaryanto. Sejak membangun teras rumah, ia sudah tiga kali didatangani dua orang yang pernah berstatus PNS di Pemkot Malang tersebut.
“Mereka datang ke sini tanya izin bangunan. Terus meminta uang untuk perizinan,” kata Buwono. Merasa curiga, ia menghubungi Satpol PP lalu menyusun  straregi untuk menangkap Adi Wiyoto dan Sudjaryanto. Dua bekas PNS yang sudah lama diincar Satpol PP itu kena jebakan. Setelah janjian sehari sebelumnya, kemarin sore, Adi Wiyoto dan Sudjaryanto bergegas ke rumah Buwono. Bukan uang yang didapat, malah digelandang  Satpol PP.
Saat dimintai keterangan akhirnya terbongkarlah semua tindak tanduknya. Bahkan klop dengan sederet pengaduan masyarakat yang selama ini diterima aparat penegak perda tersebut. Yakni warga yang sedang membangun rumah sering didatangi  orang yang mengaku dari Pemkot Malang lalu meminta sejumlah uang.
Informasi yang didapat, Sudjaryanto dan Adi Wiyoto dipecat dari PNS sekitar lebih dari lima tahun lalu karena sering membolos.  Adi Wiyoto pernah berdinas di Dinas PU dan Dispenda. Ia dipecat saat golongan kepangkatannya baru 1 B. Sedangkan Sudjaryanto dipecat dengan pangkat terakhir 1 D dan terakhir berdinas sebagai Kaur Pembangunan Kelurahan Kedungkandang. Pria beristri dua ini  mengaku pernah menikahi tujuh wanita.  Dalam melancarkan aksinya, keduanya  selalu mengincar warga yang sedang membangun dan memiliki usaha. “Biasanya mendatangi warga dan menanyakan apakah sudah memiliki izin atau belum,” terang Sudjaryanto.
Jika warga mengaku belum memiliki izin, maka Sudjaryanto melancarkan aksinya.  Dia meminta warga untuk membayar sejumlah uang. “Kalau tidak,  saya bilang akan diproses,” kata dia. Untuk meyakinkan korbannya, Adi Wiyoto dan Sudjaryanto selalu mengenakan seragam pemkot yang pernah dimiliki. Yakni seragam berwarna coklat yang sudah dicopot emblem dan lambang pemkot.  Untuk menutupi seragam tanpa identitas itu,  keduanya mengenakan jaket hitam.
Aksi yang dilancarkan dua pelaku tersebut sudah berlangsung sekitar tiga tahun. Dalam bulan November saja, tiga  kali beraksi. Adi mengaku dia baru enam kali ikut  Sudjaryanto. “Biasanya kami dapat uang sekitar Rp 150 ribu. Kadang juga hanya diberi Rp 10 ribu. Uang saya serahkan ke Sudjaryanto kemudian dibagi berdua,” kata Adi.
Kepala Satpol PP Kota Malang, Rr Diana Ina  WH mengatakan, sudah mengincar dua pelaku tersebut sejak lama. Bahkan pernah dibuntuti tapi lolos.  “Dua orang ini yang selama ini merusak citra petugas. Padahal petugas kami tidak pernah berbuat macam-macam karena selalu dilengkapi surat tugas,” kata Diana. Ia mengaku, kerap mendapat pengaduan dari masyarakat terkait aksi mereka tersebut. Berdasarkan laporan warga, jumlah  uang yang dipungut pelaku bervariasi. Mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 10 juta.  “Mereka juga kadang menyebut nama petugas dan menakut-nakuti warga,” pungkas Diana. Untuk mempertanggunjawabkan perbuatannya, Adi Wiyoto dan Sudjaryanto diserahkan ke Polsekta Klojen, kemarin sore. (van/mar)