Fokus Kasus Korupsi, Buka Komunikasi dengan Instansi Lain dan Tokoh Masyarakat

Adi Derian Jayamarta
100 Hari Rencana Kerja Kapolres Malang, AKBP Adi Derian Jayamarta

PARA koruptor di Kabupaten Malang, sudah harus lebih berhati-hati. Masuknya AKBP Adi Derian Jayamarta, sebagai Kapolres Malang memberikan harapan baru bagi warga Kabupaten Malang untuk bisa memberantas segala bentuk tindak kriminalitas. Termasuk memberantas kasus-kasus korupsi. Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, menargetkan dalam setahun bisa mengungkap lebih dari dua kasus korupsi. “Untuk kasus korupsi ini, setiap Polres memang ditarget minimal dua kasus setiap tahunnya oleh Polda Jatim. Artinya kita dituntut satu bentuk pertanggungjawaban dan memprioritaskan penanganan kasus tersebut. Untuk itu kami akan berusaha memenuhi target itu. Dan harapan bisa lebih dari dua kasus,” ungkapnya saat ramah tamah pisah kenal di salah satu restoran di Kota Araya, Jumat (7/12) malam.
Menurut mantan penyidik KPK itu, jika target lebih dari dua kasus tersebut bisa dicapai, maka Polres Malang bisa mempertahankan gelar penghargaannya. Sebab pada tahun sebelumnya, Polres Malang berhasil mengungkap lima kasus korupsi. “Supaya target tersebut bisa tercapai, maka peran wartawan, LSM dan masyarakat sangat diharapkan untuk memberikan informasi. Baik informasi itu disampaikan secara langsung bertemu saya ataupun lewat HP,” papar pria yang baru saja mengakhir jabatannya sebagai Kapolres Madiun Kota tersebut. Selain fokus kepada kasus korupsi, perwira dengan dua melati di pundaknya ini, mengaku segera menginventarisir permasalahan kriminalitas dengan semua satuan di Polres Malang.
“Kasus-kasus kejahatan seperti perampokan, memang menjadi perhatian kita. Artinya kami akan coba koordinasi dengan jajaran Polres se-Rayon Malang Raya, apakah modus dan ciri-ciri pelaku yang sama seperti yang dijelaskan korban. Selain itu, kami juga akan minta asistensi dari Polda Jatim terkait kasus itu. Sebab untuk menangani permasalahan ini, kita tidak boleh menangani sendiri, tetapi harus bersinergi dengan wilayah lain,” jelas mantan Pengasuh Akpol ini menyinggung tentang rencana kerja 100 hari ke depan. Mantan Kanitresum Polwil Pariangan ini juga membuka jalur komunikasi lintas instansi, TNI, tokoh masyarakat serta tokoh agama.
Hal ini menurut mantan Kapolsek Anyer – Cilegon, perlu dilakukan karena di setiap daerah mempunyai karakteristik dan budaya yang berbeda. Namun budaya ataupun karakteristik tersebut, bisa dikelola dengan baik dengan jalan komunikasi. “Dalam bulan ini, saya akan datangi semua Polsek yang ada di jajaran Polres Malang. Kemudian bulan kedua, kami akan inventarisir semua permasalahan yang muncul dari masing-masing Polsek, yang kemudian memecahkan permasalahan itu. Apakah diselesaikan melalui jalur komunikasi atau melalui hukum,” tegasnya. Namun, dia tidak menampik bila akan mempelajari kebijakan-kebijakan yang pernah dibuat oleh mantan Kapolres Malang, AKBP Rinto Djatmono. “Tetap tidak boleh ditinggalkan. Kalau perlu justru dikembangkan sehingga harapan dari program itu tidak sia-sia,” pungkasnya. (agung priyo/marga nurtantyo)