Perhiasan Emas Podo Joyo Digelapkan

TKP : Di toko emas inilah Rita membawa perhiasan dan tidak dikembalikan.
MALANG– Eka Susiana, 47 tahun, warga Jalan Prof Mohammad Yamin, Jumat (7/12) sore lalu terpaksa melaporkan Rita, 48 tahun, warga Jalan Boldi Bawah, Kelurahan Jodipan Malang ke Polres Malang Kota. Tuduhannya, Rita telah menggelapkan perhiasan emas seberat 250 gram dari toko emas Podo Joyo. Kepada petugas, Eka yang merupakan pegawai di toko emas di Jalan Pasar Besar Malang ini mengatakan jika penggelapan itu sebetulnya terjadi 30 November tahun 2011 lalu. Saat itu Rita yang juga bekerja sebagai pramuniaga di toko tersebut meminjam perhiasan, dengan alasan akan ditunjukkan kepada tetangganya yang ingin membeli perhiasan tersebut.
Eka yang mendapat kepercayaan penuh dari pemilik toko pun tidak mempermasalahkan. Terlebih, saat itu Rita berjanji akan mengembalikan perhiasan itu secepatnya. “Awalnya hanya satu perhiasan, tapi besoknya dia kembali membawa perhiasan yang lain,” ungkap Eka. Dia menghitung perhiasan emas seperti gelang, kalung, gilang dan cincin dibawa kabur.  Totalnya 250.450 gram.  Eka baru merasa resah setelah satu minggu Rita tidak kunjung mengembalikan perhiasan. Saat itu Eka sempat menegur Rita agar segera mengembalikan perhiasan tersebut, namun begitu Rita tidak pernah mengindahkan. Hingga akhirnya, Rita tidak masuk kerja dengan alasan sakit.
“Terakhir saya meminta dia mengembalikan barang justru dia pamit tidak masuk kerja karena sakit,” papar dia. Bahkan hingga satu bulan berlalu, Rita yang sempat operasi kista tersebut tidak kunjung masuk dan mengembalikan perhiasan.  “Awalnya kalau ada pengecekan saya berusaha untuk menutup-nutupi, tapi kemudian dia tidak kunjung masuk. Dan beberapa waktu lalu kokonya pemilik toko ini melakukan pengecekan, dang mengetahui banyak barang yang tidak ada. Oleh bos, kami dimintai keterangan, dan saya mengatakan jika perhiasan yang tidak ada dibawa kabur oleh Rita,” lanjutnya. Dia yang tidak mau dirinya terlibat dalam kasus inipun langsung melapor ke Polres Malang Kota, saat pemilik toko memerintahnya. (ira/mar)