Offroad, Rektor, Dosen dan Pasutri Tewas

GEDANGAN – Majapahit Offroad Adventure XV, yang digelar Surabaya Offroad Club di Malang, membawa musibah. Satu mobil peserta, Ford Ranger N 9432 R, berpenumpang empat orang, tenggelam di sungai Dusun Barek Tumpakrejo, Gedangan.
Karena terjebak tidak bisa keluar, keempat korban langsung tewas. Tragisnya yang tewas adalah pasangan suami istri (pasutri), Gatot (54) dan Srika (50), warga Wiro Gonang Probolinggo. Kemudian adik Gatot, Dadang Kustiana (45), Rektor Akademi Managemen Informasi dan Komputer (AMIK) Taruna di Leces Probolinggo, serta seorang dosen, Dilvya (44).
Untuk memastikan penyebab kematian keempat korban, usai dievakuasi, jenazah dibawa ke kamar mayat RSSA Malang untuk divisum.
‘’Keempat korban itu tewas karena terjebak di dalam mobil. Saat itu posisi keempat korban, terkunci di mobil,’’ ungkap Kapolsek Gedangan, AKP AZ Daud Patty, kepada Malang Post, kemarin.
Majapahit Offroad Adventure XV, diikuti sekitar 100 peserta. Berangkat dari Taman Krida Budaya Kota Malang, Sabtu (8/12) pagi. Peserta diberangkatkan Bupati Malang, Rendra Kresna. Tujuan semula adalah Pantai Kondang Merak di Kecamatan Bantur.
‘’Offroad adventure ini adalah even yang diadakan tiap tahun. Even ini, didukung Dinas Pariwisata Propinsi. Bertujuan memperkenalkan pariwisata di Jatim. Kebetulan untuk tahun ini, offroad diadakan di Malang,’’ ujar Bagyo Setyono, Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang.
Setelah menempuh rute Malang – Pantai Kondang Merak, peserta menginap. Baru Minggu dini hari, peserta melanjutkan perjalanan menuju Pantai Sendangbiru di Sumbermanjing Wetan.
Sebelum perjalanan dilanjutnya, peserta sudah diingatkan jika medan selanjutnya sangat berat. Termasuk melintasi rute jalur lintas selatan (JLS) dan melewati tepi sungai Barek.
Saat melintasi pinggir sungai ini, peserta dianjurkan melintas satu persatu, dengan jarak tiga menit. Aturan itu, sekaligus permainan tantangan dalam kegiatan offroad ini.
‘’Lintasan jalur offroad yang dilewati, panitia sudah memasang bendera disetiap jalan yang mau belok,’’ ujar AKP Daud Patty.
Sekitar 60 peserta, berhasil melintasi jalur permainan tantangan ini dengan selamat. Namun saat giliran mobil yang dikemudikan Gatot dan berpenumpang tiga orang ini, laju mobil yang seharusnya lurus, malah belok kiri. Akibatnya, mobil masuk ke sungai dengan kedalaman sekitar dua meter lebih.
Karena mobil dalam keadaan terkunci, keempat penumpang itu tidak bisa keluar dan terjebak dalam mobil yang penuh air. Kejadian naas ini baru diketahui peserta lain, yang ada di belakang mobil korban, kemudian memberitahukan kepada panitia dan diteruskan ke Polsek Gedangan.
‘’Kalau kronologisnya seperti apa, kami masih belum tahu. Tadi jalurnya memang melintasi sungai. Dengan musibah ini, panitia pasti akan bertanggungjawab,’’ ujar Bobi, salah satu panitia kepada Malang Post ketika ditemui di kamar jenazah semalam.
Sementara salah satu kerabat korban mengatakan, Dadang ataupun Gatot, selama ini memang hobi offroad. ‘’Tidak hanya offroad di Malang, dibeberapa tempat di Indonesia, pernah diikuti. Bahkan, mereka baru ikut offroad di Jogja,’’ tutur salah satu kerabat korban.
Sedangkan beberapa teman korban dalam satu tim memilih no comment. Mereka meminta Malang Post bertanya langsung kepada panitia. ‘’Silahkan tanya saja langsung pada panitia. Kami takut salah memberikan keterangan,’’ jawabnya. (agp/avi)