Jaringan Narkoba LP Madiun Terendus

Tersangka Amy memegang barang bukti SS seberat 15 gram.
MALANG– Anggota Satreskroba Polres Malang Kota berhasil mengendus jaringan narkoba yang melibatkan napi LP Madiun. Satu pengedarnya berhasil dibekuk Minggu (9/12) sore. Yakni Amy, 34 tahun, warga Gempol, Pasuruan. Menurut polisi, dia merupakan anak buah bandar besar narkoba berinisial CYQ alias KK yang saat ini masih mendekam di LP Madiun. Amy ditangkap saat hendak mengambil 5 gram sabu-sabu (SS) yang dipesannya di depan salah satu toko Jalan Soekarno Hatta Malang. “Dari tersangka AMM (Amy), barang bukti yang diamankan berupa SS seberat 15 gram. Rinciannya, 5 gram saat ditangkap anggota kami, dan 10 gram lagi didapat dari rumahnya. Selain itu, satu unit HP yang di dalamnya terdapat SMS pesanan untuk melakukan transaksi SS,” kata Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan.  Kepada polisi, lanjut dia, janda tiga anak ini mengaku mendapatkan suplai SS dari KK dua kali. “Tersangka mengenal KK dari teman-temannya awal Desember lalu. Dia lalu memesan SS untuk dijual kepada seseorang di Malang. Saat itu dia sudah memesan SS seberat 10 gram seharga Rp 14 juta,” ungkap mantan Kasatreskrim Polres Batu tersebut.
Setelah membayar pesanannya lewat transfer rekening bank kepada KK, narkoba yang dipesannya diantar kurir di tempat yang sudah disepakati. “Antara kurir dan tersangka tidak bertemu secara langsung. Dia hanya menaruh SS pesanan tersangka di pot bunga atau tempat yang sudah disepakati sebelumnya,” terangnya.  Begitu mendapatkan barang, Amy langsung menghubungi pembelinya. Diduga dia sudah dijebak, pembeli yang memesan SS itu bukannya mengambil SS kepada Amy, namun memesan lagi seberat 5 gram. Amy pun kembali menghubungi KK untuk memesan SS lagi dan langsung mentransfer Rp 7 juta.  Apes baginya. Saat mengambil barang itu, dia dibekuk petugas. “Sebetulnya sepak terjang Amy ini sudah tercium cukup lama. Namun begitu, dia cukup licin, sehingga baru bisa ditangkap,” tambah dia. Saat ini, ujar Dwiko, anggota Satreskoba Polres Malang Kota mendatangi LP Madiun untuk mendatangi KK. Sementara itu, kepada wartawan, Amy mengaku jika dirinya terlibat dalam jaringan peredaran narkoba, lantaran butuh uang. Sebagai sales kosmetik, Amy mengaku penghasilannya sangat kurang. Ditambah, dirinya yang menjadi tulang punggung keluarga. Itu sebabnya, begitu ada temannya mengajak bekerja dan berjanji memberikan penghasilan besar, Amy pun mau. “Jika tahu akhirnya seperti ini saya pasti akan berpikir ulang. Tapi sudahlah, mungkin ini jalan hidup yang harus saya lalui,” katanya pasrah. (ira/mar)