Diduga Karena Human Error

KEPANJEN – Polisi memeriksa empat saksi terkait insiden kecelakaan yang menewaskan empat offroader, Minggu (10/12) kemarin. Hanya saja, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kejadian di even Majapahit Offroad Adventure XV itu.
Dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah, selain memeriksa saksi, polisi juga melakukan olah TKP. Saksi yang diperiksa adalah tiga panitia penyelenggara dan Saji, 50 tahun, warga sekitar yang melihat tenggelamnya Ford Ranger, yang merenggut empat nyawa.
‘’Saksi-saksi memang sudah kami mintai keterangan. Kami juga sudah melakukan olah TKP. Namun apa penyebab kecelakaan itu, masih kami dalami. Apakah karena human error atau karena kelalaian,’’ ungkap Kapolres Malang, Adi Derian Jayamarta, kepada Malang Post, kemarin.
Jika dari hasil penyelidikan nanti, lanjut mantan Kapolresta Madiun ini, kecelakaan karena human eror, berarti kesalahan pada pengemudi mobil.
‘’Kalau ada kelalaian, itu berarti kesalahan panitia. Artinya, atas kelalaian itu, panitia bisa dikenakan pasal 359 KUHP yang isinya karena kelalaiannya menyebabkan meninggalnya seseorang,’’ terangnya.
Dalam kejadian Minggu kemarin, mereka yang tewas adalah pasutri, Gatot (54) dan Srika (50), warga Wiro Gonang Probolinggo. Kemudian adik Gatot, Dadang Kustiana (45), Rektor Akademi Managemen Informasi dan Komputer (AMIK) Taruna di Leces Probolinggo, serta seorang dosen, Dilvya (44). Mereka tewas di sungai Dusun Barek Tumpakrejo, Gedangan.
Terpisah, AKP Decky Hermansyah menyebut, sebelum mobil yang dikemudikan Didik itu tercebur sungai, mobil berangkat dari jalur start di tengah hutan. Sebelumnya pengemudi sudah diberi arahan kalau rute game yang akan dilalui, adalah jalur sungai.
‘’Jarak garis start ke finish sekitar 750 meter. 150 meter diantaranya ini melintasi sungai. Sepanjang jalur yang dilewati, panitia sudah memberi garis batas. Termasuk garis batas panjang di sepanjang sungai,’’ ujar Decky.
Ketika berangkat sampai pinggir sungai, mobil berjalan normal dan tidak ada sesuatu. ‘’Tapi saat mulai melintas di pinggir sungai, ada panitia yang sudah memberi aba-aba, untuk tidak melintasi garis batas,’’ jelas Kasatreskrim.
Terbukti, sekitar 100 meter melintasi pinggir sungai, tiba-tiba mobil oleng kiri melewati garis pembatas dan tercebur ke dalam sungai yang berkedalaman sekitar 3 meter. Padahal dari posisi mobil tenggelam ke garis finish, jaraknya hanya kurang sekitar 50 meter saja.
‘’Sebelum mobil tenggelam, panitia sudah berusaha mengejar. Warga juga sudah teriak-teriak. Tapi mobil tetap oleng ke kiri, menabrak pembatas hingga akhirnya tercebur,’’ tutur mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota.
Dari hasil penyelidikan itu, perwira dengan balok tiga di bahu yang juga mantan Kasatreskrim Polres Batu ini menyimpulkan, tidak ada kelalaian dari pihak panitia. Kecelakaan tersebut, kemungkinan besar karena human error. ‘’Itu juga diperkuat dengan keterangan saksi-saksi. Sedang panitia, sudah mengasuransikan seluruh peserta,’’ tambahnya.
Sementara itu, Ford Ranger milik korban yang semula diamankan di Mapolsek Bantur, kemarin pagi dibawa ke Mapolres Malang untuk barang bukti. Mobil warna putih itu dibawa dengan mobil derek. (agp/avi)