Libas Lima Penjahat Narkoba

Pelaku narkoba yang ditangkap anggota Satreskoba Polres Malang.
MALANG– Polisi Malang Raya berhasil melibas lima pelaku narkoba. SAP alias Aji, 32 tahun, warga Jalan Jaksa Agung Suprapto III Malang. Senin (10/12) dinihari, dia ditangkap anggota Satreskoba Polres Malang Kota di pertigaan Jalan  Membramo Malang. Dia diketahui membawa tiga klip sabu-sabu (SS). Menurut Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan, Aji  yang kesehariannya menjadi sopir travel freelance sudah mencari incaran polisi sejak lama. Dia kerap mengedarkan SS meskipun hanya untuk teman-temannya. “Petugas kemudian menyaru sebagai pembeli SS dan menghubunginya. Sesuai kesepakatan, transaksi dilakukan di pertigaan Jalan Membramo,” kata perwira ini.
Tanpa curiga, Aji pun mendatangi lokasi pertemuan. Polisi yang sudah menyanggongnya pun tanpa kesulitan berhasil menangkap dia. “Tersangka yang baru saja turun dari motor langsung disergap. Dan saat digeledah, ditemukan tiga klip SS yang disimpan tersangka di saku celana kanannya,” tegas Dwiko, panggilannya.  Sementara Aji sendiri hanya pasrah, begitu polisi menangkapnya. Bahkan, dia juga langsung menyerah saat petugas membawanya ke Polres Malang Kota.  Dalam keterangannya, Aji mengaku jika sebetulnya dia bukan pengedar, tapi hanya sebagi pengguna saja. Kalaupun dia menyimpan barang, pria yang pernah mendekam di LP Lowokwaru karena kasus yang sama ini mengatakan barang tersebut milik temannya. “Saya dititipi, dan diminta untuk mengantarkan saja. Ini yang kedua, pertama awal Desember lalu saya memberikan SS kepada seseorang di perbatasan Kota  dan Kabupaten Malang,” paparnya.
Sementara itu, kemarin dua orang yang diduga kuat terlibat peredaran narkoba di Sumbermanjing Wetan juga dibekuk anggota Satreskoba Polres Malang. Keduanya yakni Nur Bidin 28 tahun, warga Dusun Tamban, Desa Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan dan  Hariyanto 31 tahun, warga Desa Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan. Dari tangan mereka, polisi menyita total lima poket SS.
Kasatreskoba Polres Malang, AKP Pratolo Saktiawan SH menyatakan, tertangkapnya kedua tersangka ini, berkat penyelidikan dan pengembangan yang dilakukan oleh jajarannya. “Mereka ditangkap oleh anggota kami di jalan. Kemudian petugas menggeledah rumah salah seorang tersangka Nur Bidin di Sumbermanjing Wetan dan ditemukan barang bukti tersebut,” ujarnya kepada wartawan kemarin. Dia menambahkan, kedua pelaku tersebut merupakan pemilik sekaligus pengedar SS yang selama ini beraksi di wilayah Sumbermanjing Wetan. “Mereka termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang, kami cari. Masih ada dua DPO lainnya yang menjadi bidikan, termasuk bandar itu sendiri,” tandasnya.
Selain dua pengedar SS, Pratolo, panggilan akrab perwira ini, juga mengaku membekuk dua tersangka pengguna psikotropika. Mereka adalah Musahidin 26 tahun, warga Desa Sitirejo, Wagir dan Ngateri 39 tahun, warga Dusun Ngadirejo, Desa Sumberagung, Ngantang. Diperoleh informasi, Musahidin ditangkap tidak jauh dari rumahnya, Senin (10/12), karena memiliki 130 butir pil jenis LL. Dihadapan penyidik, pria yang mengaku sebagai pengamen ini menjual pil LL itu untuk dijual. “Saya beli obat pada anak jalanan di Desa Kesamben, Blitar. Perpoket pil LL, saya beli Rp.70.000. Saya kemas lagi dan diecer per 10 butir untuk saya jual,” terangnya.
Sedangkan tersangka Ngateri, yang juga berprofesi sebagai pedagang buah alpukat, ditangkap usai mengkonsumsi ganja dan SS di rumahnya. “Kalau ganja, saya beli dari salah seorang teman yang ada di Jakarta . Sedang SS saya beli di Batu. SS saya konsumsi sendirian sebagiannya lagi, saya jual di pasar," ucap Ngateri. (ira/big/mar)