Dua Tahun Buron, Pencuri Ditangkap

Tersangka Nurwasis

GEDANGAN – Dua tahun lebih menjadi buronan, Nurwasis  akhirnya berhasil dibekuk petugas Buser Polres Malang, Selasa (11/12) lalu. Warga Dusun Gedangan Kulon, Desa/Kecamatan Gedangan ini, ditangkap karena kasus pencurian sepeda motor di wilayah Kabupaten Malang. Dia dibekuk petugas saat sedang nonton permainan bilyar di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit.
“ Nurwasis ini berhasil kami amankan setelah sebelumnya mendapat informasi tentang keberadaannya. Ketika kami tangkap sama sekali tidak melakukan perlawanan,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah.
Mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini mengatakan, penangkapan Nurwasis berdasarkan dari pengembangan Slamet alias Copros, warga Desa/Kecamatan Gedangan yang ditangkap anggota Team Crime Cruiser (TCC) Polres Malang Kota, pada awal Januari 2012 lalu karena kasus curanmor. Slamet dalam pemeriksaan mengaku kalau dia juga mencuri sepeda motor dengan Nurwasis di wilayah Kabupaten Malang.
“Dari situlah kami lalu mencari keberadaan Nurwasis. Setelah lama kami cari, baru Selasa lalu dia berhasil kami amankan,” ujar Decky yang juga mantan Kasatreskrim Polres Batu ini.
Sementara itu, Nurwasis sendiri mengatakan aksi pencurian motor bersama Slamet alias Copros itu, dilakukan pada pertengahan 2010 lalu. Pertama mencuri sepeda motor Honda GL Max di wilayah Kecamatan Donomulyo. Sepeda motor hasil curian tersebut, lalu dijual seharga Rp 1,5 Juta yang kemudian uangnya dibagi dua.
Kedua mencuri sepeda motor Yamaha Jupiter di Desa Ganjaran, Gondanglegi, juga pada pertengahan 2010 lalu. Sepeda tersebut kemudian dijual kepada seseorang sebesar Rp 1,9 Juta, dan uang hasil penjualan dibagi dua. “Uangnya saat itu habis untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” tutur Nurwasis.
Dari dua TKP pencurian yang dilakukan bersama Slamet tersebut, bapak satu anak ini mengatakan modus mencurinya sama. Yaitu keliling wilayah mencari sasaran sepeda motor yang diparkir di pinggir sawah. “Saya yang bertugas sebagai ekskutornya. Alatnya saya memakai kunci T,” kata Nurwasis, sembari mengaku kalau selama ini kabur dan bersembunyi di Gresik dan Surabaya dengan bekerja sebagai kuli bangunan.(agp/eno)