Jambret Makin Merajalela

TKP perampasan

Korbannya sempat  Adu Jotos dengan Pelaku
LOWOKWARU – Pelaku kejahatan kian nekat melakukan aksinya. Selasa (11/12) malam lalu, dua pelaku berhasil merampas tas berisi laptop serta dompet milik RR Saraswati P 20 tahun, indekos di Jalan Tapak Jalak, Jatimulyo, Lowokwaru. Pelaku merampas tas setelah membekap mulut korban sekaligus mengancam melakukan tindak kekerasan jika korban melakukan perlawanan.
Kasus ini hingga tadi malam masih diselidiki anggota reskrim Polsekta Lowokwaru setelah korban melapor ke Polsekta Lowokwaru. Namun sayang, saat Malang Post mendatangi rumah kos Saraswati kemarin, ia masih kuliah. ”Saya tidak tahu jam berapa dia pulang. Tapi biasanya kalau di kampus pulangnya lama bahkan sampai malam,” ucap sang pemilik kos,  Arie Nurul Tyas.
Namun begitu Arie ingat betul kejadian yang diceritakan anak kosnya itu. Perampasan terjadi sekitar pukul 24.00. Saat itu Saras yang dindekos di rumahnya baru saja pulang dari kampus. Begitu turun dari motor Yamaha Mio yang dikendarainya, dua pelaku yang juga mengendarai motor Yamaha Mio datang. Salah satu pelaku langsung membekap mulut dan meminta korban menyerahkan motornya.
“Kejadiannya tepat di depan rumah, Saras baru turun dari motor dan hendak membuka kunci gembok, tiba-tiba pelaku datang,” kata Tyas yang malam itu ikut mengantar Saraswati melapor ke Polsekta Lowokwaru.
Meskipun takut, Saras berusaha memberontak. Dia pun sempat menendang pelaku. Perlawanan Saras pun membuat pelaku emosi. Dengan mendekap tubuh korban pelaku mengancam akan melakukan kekerasan jika korban tidak menuruti permintaannya.
Tapi begitu, ancaman tersebut tidak membuat Saras takut. Dia terus meronta, hingga kemudian tas cangklong berisi laptop dan dompet yang ada di pundak kanannya jatuh. Pelaku pun menarik tas tersebut, dan lagi-lagi Saras mempertahankan, sehingga antara korban dan pelaku pun terlibat tarik menarik tas tersebut. Tapi sayang, upaya tersebut gagal. Tas tersebut berhasil direbut pelaku, yang kemudian kabur. Namun begitu saat pelaku kabur, Saras juga menemukan HP milik pelaku jatuh. Diduga HP merek Nokia itu jatuh saat terjadi tarik menarik tas.
Mahasiswa juruan Sastra Perancis, Universitas Brawijaya (UB) Malang ini pun langsung mengambil HP tersebut, untuk selanjutnya diserahkan ke polisi. Menurut cerita Saras, sambung Arie,  dua pelaku itu sudah membuntuti sejak dari Jalan Kalpataru. Dan saat masuk Jalan Tapak Jalak, pelaku sempat memutar arah motornya, lantaran tidak ada jalan tembus.
Tyas juga mengatakan, ini bukan kali pertama Saras menjadi korban. Sebelumnya, ada orang tiba-tiba masuk rumah tersebut. Tapi saat itu Saras memergoki, sehingga orang tak dikenal yang diduga akan melakukan pencurian ini memilih mundur dan meninggalkan rumah. “Juni lalu juga seperti itu, tapi gagal karena Saras memergokinya,’’ tandas Tyas.
Terpisah, Kapolsekta Lowokwaru AKP Bayu Indra Wiguna membenarkan peristiwa tersebut. Bukan itu saja, pihaknya saat ini juga masih melakukan penyelidikan, dengan melacak keberadaan pelaku melalui HP yang berhasil ditemukan oleh korban.(ira/eno)