Dua Perampok Mahasiswi Tertangkap

TERTANGKAP : CK alias Kris dan VER, pelaku perampokan berhasil ditangkap.

LOWOKWARU– Anggota Polsekta Lowokwaru tidak butuh lama menangkap pelaku perampokan terhadap RR Saraswati, 20 tahun, kos di Jalan Tapak Jalak Malang. Rabu (12/12) malam, dua pelakunya berhasil ditangkap. Yakni CK alias Kris, 21 tahun, warga Jalan Jaya Srani, Desa Sekarpuro, Pakis dan VER, 20 tahun, warga Pondok Mutiara Asri, Desa Pandanlandung, Wagir. Petugas juga mengamankan satu tas berisi laptop Toshiba, dompet dengan uang Rp 287.000, HP Nokia dan motor Honda Beat. “Tersangka menggunakan motor Honda Beat sebagai sarana melakukan perampasan, itu sebabnya ikut kami amankan sebagai barang bukti,” papar Kapolsekta Lowokwaru, AKP Bayu Indra Wiguno.
Menurutnya, kasus perampokan ini terungkap setelah polisi melakukan pelacakan HP milik Kris yang jatuh saat melakukan aksinya. Petugas pun langsung melacak keberadaan tersangka melalui beberapa nomor telepon yang ada di dalam HP tersebut. “Saat kami melacak inilah, tiba-tiba Kris menggunakan nomor telepon VER menghubungi dan meminta HP tersebut dikembalikan,” papar mantan Kasatreskrim Polres Malang tersebut.
Gayung bersambut, petugas pun meminta korban Saraswati untuk menemui tersangka di depan Taman Krida Budaya Jatim (TKBJ) Jalan Soekarno Hatta. “HP milik tersangka ini ditemukan korban di TKP. Diduga HP tersebut jatuh saat duel dengan korban. Saat itu kami meminta korban untuk menemui tersangka di seputar Jalan Soekarno Hatta,” kata dia. Tanpa perasaan curiga, tersangka ini datang  menemui Saraswati yang mengaku sebagai  penemu HP tersebut. Tapi apes, bukannya Saraswati, keduanya justru bertemu dengan sejumlah anggota reskrim Polsekta Lowokwaru, yang sudah menyanggong keduanya. Dalam pemeriksaan, Kris mengaku jika perampasan tersebut kali pertama dilakukan lantaran butuh uang untuk jajan. Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa (11/12) malam, dua pelaku merampok tas berisi laptop serta dompet milik Saraswati. Pelaku merampas tas setelah membekap mulut mahasiswi juruan Sastra Perancis Universitas Brawijaya (UB) Malang tersebut, sekaligus mengancam melakukan tindak kekerasan jika korban melakukan perlawanan. (ira/mar)