Hajar Ibu dan Pria Selingkuhan

DIRAWAT : Buniran dan Surati sama-sama tergolek di ruang rawat inap RS Wava Husada, Kepanjen.

Kepergok Berduaan di Kamar
PAGAK– Surati, 39 tahun, warga Dusun Sumbernongko, Desa/Kecamatan Pagak dan Buniran, 54 tahun, warga Dusun Sumberpetung, RT19 RW19, Desa/Kecamatan Pagak, pagi kemarin dilarikan ke RS Wava Husada Kepanjen. Keduanya yang pasangan selingkuh ini, bersimbah darah setelah dipukuli oleh ST, anak sulung Surati. Mereka menjadi korban kemarahan ST, yang masih berusia 16 tahun karena kepergok berduaan di dalam kamar Surati. Untungnya, pukulan bertubi-tubi dengan menggunakan potongan kayu tersebut, tidak sampai merenggut nyawa keduanya. Sementara ST sendiri, usai memukuli ibu dan pria selingkuhannya langsung menyerahkan diri ke Polres Malang.
“Saya di sini karena memukuli ibu dan selingkuhannya. Apakah mereka meninggal atau tidak, saya tidak tahu,” ujar ST ditanya salah satu petugas saat berada di ruang tahanan sementara (Gakkumdu) Polres Malang. Wagimun, kakek ST yang ditemui di Polres Malang menjelaskan, peristiwa itu terjadi Rabu (12/12) malam lalu sekitar pukul 22.00. Saat itu, ST yang pulang ke rumah memergoki ibunya bersama Buniran di dalam kamar. Mengetahui itu, ST yang terpancing emosinya langsung mengambil potongan kayu. Selanjutnya dia masuk kamar yang kemudian memukuli ibu serta selingkuhannya hingga sekarat. Puas memukuli, ST lalu pergi ke rumah saudaranya yang selanjutnya meminta diantarkan ke Polres Malang untuk menyerahkan diri.
“Cucu saya bilangnya memang memergoki ibunya selingkuh dengan Buniran itu. Dia mengaku memukuli itu karena khilaf dan terpancing emosi,” ujar Wagimun, sembari mengatakan kalau ayah ST, yakni Ngationo (suami Surati) sedang bekerja menjadi TKI di Arab Saudi.
Sementara itu, usai menjalani perawatan di ruang UGD, Buniran dan Surati langsung dipindah ke ruang rawat inap. Buniran, yang mengalami luka bengkak di kepala, luka robek di dahi dan patah tulang bahu kanan ini, dirawat di ruang rawat inap C kamar 215. Sedangkan Surati, yang mengalami luka robek di pelipis, kepala dan dahi serta patah tulang di pelipis kanan ini, dirawat di ruang rawat inap B kamar 112.
Kepada pihak rumah sakit dan wartawan, Buniran mengatakan kalau luka yang dialaminya tersebut karena kecelakaan. Dia mengatakan habis jatuh dari sepeda motor. “Luka ini karena kecelakaan di Dusun Sumbernongko, Desa Pagak mas. Saya jatuh dari sepeda motor,” tutur Buniran. “Ketika pertama masuk ke rumah sakit ini, dia dan Surati, mengatakan keluhan yang dialami juga habis kecelakaan. Kalau faktanya mereka ini habis dipukuli, kami juga tidak mengetahui,” jelas dr Hendri Tuhu Prasetyo, Case Manager dan Kabid Penunjang RS Wava Husada. Sedangkan pengakuan Surati sendiri, ketika dikonfirmasi juga berbeda. Bahkan dia juga membantah kalau yang memukuli hingga dirinya dibawa ke rumah sakit itu adalah anaknya. Sebaliknya, dia mengatakan kalau yang memukulinya itu adalah seorang pencuri yang masuk ke rumahnya. Surati juga mengelak kalau hubungannya dengan Buniran itu adalah sepasang selingkuh.
“Saya dan Cacak itu dipukuli oleh maling yang masuk ke rumah. Dan hubungan saya dengan Cacak itu, sudah seperti saudara. Dia seperti kakak saya sendiri. Sebab saat suami saya mau berangkat, saya dititipkan kepada cacak itu. Yang mukuli saya ini maling, bukan ST anak saya. Sebab anak saya ST itu berada di Surabaya,” ungkap Surati. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah mengatakan bahwa sampai petang kemarin pihaknya belum mendapat laporan tentang kasus penganiayaan yang dilakukan ST tersebut. ST sendiri, diamankan karena dia menyerahkan diri dengan mengaku habis membunuh ibu dan selingkuhannya. (agp/mar)