Satu Truk Kayu Curian Disita

Tersangka Wikaryanto

DAMPIT- Wikaryanto 35 tahun, warga Dusun Tambaksari Wetan RT18 RW03, Desa Sido Asri, Sumbermanjing Wetan mendekam di balik jeruji tahanan Mapolsek Dampit. Bapak tiga anak ini, ditahan atas tuduhan pencurian kayu hutan jenis rimba campur. Sebagai barang bukti, petugas menyita satu buah truk bernomor polisi N 8641 UE, yang di dalam bak truk, mengangkut 106 batang kayu rimba campur. “Tersangka beserta barang bukti, telah kami amankan. Ketika kami tangkap itu, tersangka mengakui perbuatannya,” ungkap Kapolsek Dampit, AKP Indro Prasetyo, kepada Malang Post.
Diperoleh informasi, aksi pencurian yang dilakukannya itu berlangsung di Dusun Kampung Tengah, Desa Sukodono, Dampit, Kamis (13/12) pagi. Dihadapan penyidik, tersangka mengaku mencuri kayu tersebut digunakan sendiri, untuk membangun rumahnya. “Kayu-kayu itu, rencannya  saya gunakan untuk membangun rumah dan kandang ayam, bukan untuk dijual lagi,” kata Wikaryanto, dihadapan penyidik. Dia juga mengaku, baru kali ini melakukan tindakan tersebut. Lebih lanjut dia juga menyebutkan, 106 kayu itu  memiliki dokumen yang resmi.
“Saya punya dokumen kepemilikan kayu-kayu itu, di rumah Sumbermanjing Wetan. Cuma saat ditangkap, saya memang tak membawanya, sehingga tak dapat ditunjukkan kepada polisi,” cetus bapak dua anak ini.
Sementara itu, Kapolsek Dampit, AKP Indro Prasetyo, tak mempercayai pengakuan tersangka begitu saja. Lantaran menurut Indro, kayu yang di bawa tersangka sangatlah banyak. Sehingga dia beranggapan, kayu itu bisa jadi dijual. “Masa mau membangun rumah harus memakai kayu yang segitu banyaknya. Dia tak membawa dokumen-dokumen kepemilikan yang sah,“ jelas Indro.  Akibat perbuatannya itu, Wikaryanto terancam kurungan selama 10 tahun penjara. “Tersangka melanggar Pasal 50 Ayat 3 huruf h jo Pasal 78 Ayat 1 UU NO 41 tahun 1999 tentang Kehutanan,“ terang dia. (big/mar)