Penganiaya Ibu Dibebaskan

Korban Surati diperiksa kesehatannya

Saling Memaafkan di Rumah Sakit
KEPANJEN- Penyidik Satreskrim Polres Malang akhirnya memulangkan ST, 16 tahun, penganiaya ibu kandungnya, Surati, 39 tahun, warga Dusun Sumbernongko, Desa/Kecamatan Pagak yang ketahuan selingkuh dengan Buniran, 54 tahun, warga Dusun Sumberpetung, RT19 RW19, Desa/Kecamatan Pagak. Dia yang sempat menyerahkan diri ke polisi, diizinkan pulang setelah kedua korban tidak melapor. “Yang bersangkutan memang sempat merasa bersalah dan menyerahkan diri ke Polres. Tapi sekarang, kasus itu telah dihentikan dan ST hanya dikenakan wajib lapor,” tutur Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah. Dijelaskan dia, polisi dalam hal ini Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang sudah mempertemukan ST dan Surati di tempat ibunya dirawat, RS Wava Husada Kepanjen.
“Dia dipertemukan di sana. Dalam suasana haru, baik ST, ibunya dan korban Buniran sudah saling meminta maaf dan sama-sama menyesali perbuatannya,” papar perwira yang pernah berdinas sebagai Kasatreskrim Polres Malang Kota tersebut. Bahkan, saat pertemuan tertutup itu, keduanya saling menangis karena menyesal. Seperti diberitakan sebelumnya, Surati dan Buniran dilarikan ke RS Wava Husada Kepanjen. Mereka yang pasangan selingkuh ini, bersimbah darah setelah dipukuli ST, anak sulung Surati. Mereka menjadi korban kemarahan ST, karena kepergok berduaan di dalam kamar Surati. Untungnya, pukulan bertubi-tubi dengan menggunakan potongan kayu tersebut, tidak sampai merenggut nyawa keduanya.
Sementara itu, Kabag Operasional RS Wafa Husada, Imam Subekti menjelaskan, kondisi kedua korban sudah stabil. Hanya saja, mereka masih harus menjalani rawat inap selama seminggu untuk memulihkan kesehatannya. “Paling tidak, biar tensinya normal. Sebab, ketika dibawa ke sini, kedua korban cukup banyak mengeluarkan darah. Yah paling tidak sepekan ini mereka masih harus menjalani perawatan secara intensif,” tegasnya. (big/mar)