Siswa SMP Dikeroyok

LAPOR : Bagas Verdian saat melapor ke SPK Polres Malang Kota kemarin.

MALANG– Apes dialami Bagas Verdian, 14 tahun, warga Jalan Sawojajar Gg VII, Malang. Pasalnya, siswa kelas IX SMPN 7 Malang ini siang kemarin menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan empat orang tak dikenal. Akibatnya, kepala Bagas pun mengalami luka robek, sehingga korban harus dirawat di RSSA Malang. Pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 11.30, di pertigaan Jalan Mayjen Sungkono (Patung Selamat Datang). Saat itu Bagas yang mengendarai motor Yamaha Mio bersama Doni Setyawan, 14 tahun, temannya asal Jalan Nakula Malang berniat pulang. Tiba-tiba saja, dari belakang dihentikan oleh empat pelaku yang mengendarai dua motor. “Mereka lebih dulu mendahului dan tiba-tiba berhenti. Kemudian saya dipukul, hingga terjatuh,” kata Bagas saat melapor ke SPK Polres Malang Kota.
Setelah itu, pelaku kian brutal dengan memukul dan menendang tubuhnya. Bagas yang kecil sama sekali tidak melakukan perlawanan. Dia hanya pasrah, saat pelaku melayangkan pukulan bertubi-tubi. Bahkan darah segar yang mengucur pun sama sekali tidak membuat pelaku berhenti mengeroyok. Kebrutalan para pelaku ini baru berhenti setelah banyak warga yang melerai. Bagas yang kondisinya tidak berdaya dengan kepala bersimbah darah, dibawa ke Puskesmas Kedungkandang.  “Tadi saya diantar ke Polsekta Kedungkandang untuk membuat laporan, tapi kemudian diantarkan ke sini,” ujarnya.   Sayangnya, dia tidak mengetahui apa yang menyebabkan dia dipukuli.
Bagas menduga kalau dia menjadi korban salah sasaran. Itu karena dari empat pelaku tidak satupun yang dikenalnya. “Sebelumnya saya tidak pernah ada masalah, dengan siapapun. Saya juga kaget begitu ada yang memukul, kemudian mengeroyok,” tandasnya.  Sedangkan Suhartono, 32 tahun, warga Jalan Kyai Parseh Jaya, Kedungkandang, Jumat (14/12) malam melapor ke Polsekta Kedungkandang. Kepada petugas, Suhartono mengaku juga menjadi korban pengeroyokan dua orang tak dikenal, hingga mengakibatkan pelipis kanannya lecet, dahi serta kedua matanya mengalami luka lebam.  
Dalam laporannya, malam itu dia dan Robi Santoso temannya berniat mencari mie pangsit di daerah Bumiayu. Seperti biasa, keduanya mengendarai berboncengan mengendarai motor. Namun begitu, sampai di Jalan Arjowinangun, tiba-tiba dua orang tak dikenal menghentikan laju motornya.  Salah satu pelaku yang dibonceng langsung turun, kemudian memukul korban. Tak pelak, Suhartono kaget dengan pukulan yang dilayangkan pelaku. Terlebih selama ini dia juga tidak pernah merasa membuat masalah sama mereka. Belum juga kagetnya hilang, pelaku lain juga ikut memukul. Tidak hanya sekali tapi berulang kali. (ira/mar)