Mabuk, Keroyok Pengunjung Karaoke Club House

SUKUN– Fransiskus Putut Santoso, 33 tahun, warga Jalan Bendungan Sutami IIA  Malang, ditangkap anggota reskrim Polsekta Sukun, di tempat kerjanya, salah satu pertokoan modern kawasan Sumbersari. Pasalnya, dini hari kemarin, dia dan lima temannya mengeroyok Imam Suhadak, 36 tahun, warga Desa Mendalanwangi RT09 RW03, Wagir di depan pos satpam pintu masuk Perumahan Istana Dieng. “Pelaku pengeroyokan ada enam orang. Satu orang ditangkap sedangkan lima orang lainnya masih dalam pengejaran,” papar Kapolsekta Sukun, AKP Lukman Cahyono. Menurut dia, polisi juga menyita barang bukti pisau yang digunakannya untuk menusuk korban. Yang menarik, pisau itu juga diambil polisi dari rak penjualan toko modern yang satu nama dengan tempat kerja tersangka Putut, panggilan tersangka.
Mantan Kasatlantas Polres Banyuwangi itu menjelaskan, dalam keadaan setengah mabuk, Putut dan lima temannya bersitegang dengan korban saat berada di dalam area karaoke Club House. Namun, oleh petugas keamanan di sana, mereka berhasil didamaikan. Namun, perdamaian ini hanyalah basa basi. “Tersangka dan teman-temannya kemudian menghadang korban di depan pos satpam pintu masuk Perumahan Istana Dieng ketika pulang pukul 01.30,” lanjutnya. Imam dihajar beramai-ramai. Bahkan, kepalanya juga dikepruk batu. Putut tidak puas begitu saja. Dia berlari ke pertokoan modern yang senama dengan tempat kerjanya dan mengambil pisau di salah satu rak penjualan. Selanjutnya, kembali lagi dan menusukkan pisau yang dibawanya ke pantat Imam yang sudah tidak berdaya.
Darah yang bercucuran tidak membuat Putut iba, sebaliknya dia makin sadis, dan kembali menusukkan pisaunya hingga mengenai kepala korban. “Sebelumnya tersangka membawa pisau dari tempatnya bekerja. Saat mengeroyok, dia juga mengambil pisau lagi di toko lain di Dieng. Ada tiga pisau yang dibawanya saat itu,” kata perwira tersebut. Pengeroyokan ini baru berhenti setelah petugas keamanan Istana Dieng berdatangan. Korban yang tidak sadarkan dibawa ke IRD RSSA Malang. “Tersangka sempat mengembalikan pisau ke toko modern di Dieng, kemudian kembali ke tempat kerjanya,” terang Lukman. Sementara itu, Matraji, 37 tahun, kakak korban yang mendengar adiknya dikeroyok langsung menuju IRD RSSA Malang. Melihat kondisi adiknya memprihatinkan, dia melapor ke Mapolsekta Sukun. (ira/mar)