Digendam ‘Polisi’, Kalung 15 Gram Raib

LAPOR : Sulastri melapor ke polisi karena menjadi korban gendam.
PAGELARAN– Sulastri, warga Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Pagelaran, siang kemarin mendatangi Mapolsek Gondanglegi. Wanita berusia 38 tahun, yang datang dengan diantarkan tukang ojek, mengadu kalau dirinya baru saja menjadi korban gendam. Kalung emas seberat 15 gram miliknya, raib digondol pelaku. Namun karena TKP gendam yang dialaminya masuk di wilayah Dampit, Sulastri disarankan untuk melapor ke petugas Polsek Dampit atau Polres Malang. “Saya seperti orang linglung dan tidak sadar saat menyerahkan kalung itu. Padahal kalung itu adalah pemberian suami saya,” tuturnya.
Menurut pengakuan dia, gendam yang dialaminya tersebut bermula ketika dirinya mau kulakan jamu di Pasar Kepanjen. Kisahnya, pagi sekitar pukul 08.00, Sulastri berangkat dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio dengan tujuan Kepanjen.  Namun setiba di depan RSUD Kanjuruhan Kepanjen, korban berhenti dan memarkir motornya di lahan parkir depan rumah sakit. Usai memarkir motor, sedianya untuk menuju Pasar Kepanjen, korban hendak naik becak. Namun belum sempat naik becak, dia didatangi seorang pria yang mengaku sebagai polisi.
“Ngakunya polisi. Ciri-ciri orangnya tinggi, berkulit putih, memakai kaos putih, agak gemuk dan berusia sekitar 40 tahun,” ujar Sulastri. Pria itu lalu menanyakan apakah korban membuka usaha. Setelah dijawab kalau korban membuka toko jamu, pria tersebut langsung mengajak korban untuk diperkenalkan pada orang pintar yang bisa melancarkan usaha. “Katanya orang pintar itu bisa melancarkan usaha saya serta keselamatan keluarga saya,” tuturnya. Meski awalnya korban sempat menolak, namun korban akhirnya percaya dan ikut dengan pelaku. Korban dibonceng sepeda motor pelaku yang kemudian diajak putar-putar di wilayah Dampit.
Setelah keliling, pelaku lalu berhenti dan menyuruh korban untuk melepas kalung emas yang dipakai dan dimasukkan ke dalam botol air mineral. “Alasannya supaya ritualnya manjur,” kata Sulastri. Baru setelah kalung dilepas dan botol berisi kalung itu diserahkan kepada pelaku, Sulastri diajak untuk membeli kembang di sekitar Pasar Dampit. Saat Sulastri turun dan mau beli kembang inilah, pelaku lalu kabur. Sementara korban yang sadar telah menjadi korban gendam, meminta pertolongan tukang ojek untuk melapor ke polisi. (agp/mar)