Pamit Cari Kerja Usai Dipecat

HAJAR : Firman Ardiansyah dihajar warga sesaat setelah melakukan pencurian.
Amuk Massa di Gondanglegi
GONDANGLEGI- Firman Ardiansyah, tersangka pencurian kotak amal Masjid Ikhwanul Mu’minin, Dusun Pancir, Desa Putat Kidul, Gondanglegi boleh jadi merupakan satu dari sekian kasus dampak PHK. Pria berusia 37 tahun asal Jalan Bandulan Barat RT01 RW01 Malang ini mengaku melakukan pencurian karena kepepet kebutuhan hidup dua anaknya. Saat diperiksa di ruang reskrim Polsek Gondanglegi, dia mengatakan nekat mencuri karena di-PHK dari salah satu toko bangunan tempatnya bekerja di daerah Tebo, Bandulan. “Saya butuh uang, Sejak dipecat beberapa waktu lalu, saya belum mendapatkan pekerjaan lagi,” katanya sambil menahan sakit.
Sebab itu, dia langsung merencanakan pencurian tersebut kemarin.
Berangkat dari rumah, Firman berpamitan kepada istrinya untuk mencari pekerjaan. Dia lantas berangkat sendirian dengan mengendarai motor Kawasaki Kaze, N 5639 CV. Untuk melengkapi aksinya, bapak dua anak itu mampir ke Pasar Loak Comboran untuk membeli dua linggis kecil seharga Rp 15.000 dan dimasukkannya ke dalam tas pinggang. “Sebenarnya setelah membeli linggis, saya tidak tahu mau kemana. Saya hanya menjalankan motor ke tempat-tempat yang pernah saya datangi, salah satunya Gondanglegi,” lanjut dia. Sampai di Dusun Pancir, Desa Putat Kidul, Gondanglegi, tiba-tiba matanya tertumbuk pada kotak amal yang berada di teras Masjid Ikhwanul Mu’minin.   
“Saya melihat kondisi masjid dan sekitarnya sepi. Saya pun memberanikan diri mendatangi tempat itu dan duduk-duduk di terasnya setelah memarkir motor di halaman masjid,” paparnya. Ternyata, perkiraannya keliru. Saat mencongkel kotak amal dan hendak mengambil uang yang ada di dalamnya, seorang warga memergokinya. Hingga semalam, anggota reskrim Polsek Gondanglegi masih memeriksanya secara intensif. “Untuk sementara,  pengakuannya baru sekali saja melakukan pencurian. Tetapi kami tetap akan mengembangkan kasusnya karena ada dugaan kalau tersangka ini sudah beberapa kali mencuri. Tidak hanya kotak amal, mungkin ada TKP lain lagi,” papar Kapolsek Gondanglegi, Kompol Gatot Suseno.
Di bagian lain, untuk kesekian kalinya, Masjid Al-Hikmah Universitas Negeri Malang (UM) menjadi sasaran pencuri. Kemarin, pelaku menggasak tas berisi laptop Toshiba, HP merek Cross, satu modem dan dompet  milik Suhendro, 20 tahun, kos di Jalan Sumbersari Malang. Kepada petugas Polsekta Lowokwaru, pemuda ini mengaku mengalami kerugian Rp 6,5 juta. “Saya baru selesai kuliah dan datang ke masjid untuk salat Ashar. Saya lalu salat berjamaah. Sedangkan tas saya letakkan di belakang dengan beberapa tas milik mahasiswa lainnya,” ujar Suhendro.
Setelah salat selesai, dia pun kaget lantaran tas miliknya sudah tidak ada di antara kumpulan tas lainnya. Suhendro pun berusaha mencari, namun tidak satupun yang tahu. (agp/ira/mar)