Dituding Menganiaya, Motor Diminta

LOWOKWARU–  Lagi penjahat jalanan, dengan modus menuduh korban memukuli anggota keluarganya beraksi di wilayah hukum Polres Malang Kota. Kali ini yang menjadi korban adalah Araina Isnaini, 16 tahun, warga Griya Sampurna Sejahtera, Desa Ampeldento, Pakis.  Siswi SMAN 8 Malang ini merelakan sepeda motor  Suzuki Satria FU, N 3601 GF miliknya dibawa kabur pelaku, setelah sebelumnya pelaku menuduh korban melakukan penganiayaan terhadap adiknya. Tak pelak, peristiwa yang terjadi Senin (17/12) sore lalu oleh Araina dilaporkan ke Polsekta Lowokwaru. Kepada petugas, Araina menjelaskan jika sore itu dia baru saja pulang sekolah.  Tapi begitu, Araina yang mengendarai motor Suzuki Satria sendiri tidak langsung pulang ke rumahnya, tapi lebih dulu mampir ke warnet di Jalan Sumbersari untuk mengerjakan tugas.  Selang satu jam kemudian, setelah tugasnya selesai Araina pun keluar dari warnet untuk berniat pulang ke rumahnya. Apes, baru sekitar 50 meter berjalan kea rah timur, tiba-tiba dua orang pelaku berboncengan motor memepet laju motornya. Bukan itu saja, pelaku juga memerintah korban menghentikan laju motornya.
Saat kondisi motor berhenti, satu pelaku yang dibonceng turun, dan menghampiri Ariana. “Awakmu sekolah nang endi,” kata pelaku. Setelah itu, pelaku langsung menuduh korban, yang telah memukuli adiknya. Tak pelak, pertanyaan ini membuat korban kaget dan menolak mentah-mentah tuduhan itu. Namun begitu, pelaku tidak percaya. Bahkan dengan kasar, pelaku juga mengatakan jika orang yang memukuli adiknya mengendarai motor Satria FU, dan baru keluar dari warnet.  Lantaran tidak merasa bersalah, Araina bersikukuh mengelak. Dia yang jengkel dengan tuduhan pelaku pun meminta korban untuk memanggil adiknya. Tapi begitu, pelaku mengatakan adiknya tidak biosa datang sendiri, karena kondisinya sakit. Itu sebabnya, pelaku pun meminjam motor korban, untuk digunakan menjemput adiknya, yang ada di rumahnya.
Tak diduga, Araina sama sekali tidak menolak. Dia menyerahkan kunci motornya kepada pelaku. Dia baru menduga dirinya sebagai korban kriminal, setelah satu jam menunggu, tapi pelaku tidak kunjung datang. (ira/mar)