Pejabat PDAM Kabupaten Diperiksa

HINDAR : Direktur Umum PDAM Kabupaten Malang, Syamsul Hadi berusaha menghindar usai diperiksa penyidik Reskrim Polres Malang.

Dugaan Korupsi Renovasi Air Bersih
KEPANJEN– Penyidik Satreskrim Polres Malang bergerak cepat menangani kasus dugaan korupsi renovasi sarana air bersih di Perumahan Sapto Raya, Graha Valensia dan Gardenia Pakis yang dilakukan Direktur Utama (Dirut) PDAM Kabupaten Malang, Adroi HZ. Kemarin, penyidik memanggil para pejabat PDAM Kabupaten Malang untuk menjalani pemeriksaan Mulai dari Direktur Umum, Syamsul Hadi, Kabag Perencanaan, Ir M Haris Fadillah, Direktur Teknik, Sulasmani dan Kabag Produksi, Machfudz. Keempatnya datang secara bersamaan sekitar pukul 10.00. Tiba di Mapolres Malang, mereka menghadap penyidik Idik IV Satreskrim Polres Malang di ruang Gakkumdu. Di ruangan ini, keempatnya diperiksa secara tertutup hingga pukul 14.00.
Sayangnya, usai diperiksa, keempatnya buru-buru pergi. Mereka sama sekali enggan memberikan keterangan kepada wartawan yang sudah menyanggongnya. “Maaf, saya tidak mau komentar. Silahkan saja tanya langsung kepada penyidik, karena semua keterangan di penyidik sudah lengkap,” ungkap Syamsul Hadi. Kanit Idik IV Satreskrim Polres Malang, Ipda Sutiyo SH, Mhum mengungkapkan, mereka hanya dimintai keterangan sebagai saksi. “Mereka ini adalah saksi pertama yang kami periksa terkait dugaan kasus korupsi di PDAM. Keempatnya datang memenuhi panggilan pemeriksaan, setelah dua kali panggilan. Pada panggilan pertama pada akhir Nopember lalu mereka tidak bisa datang dengan alasan sibuk kegiatan HUT Kabupaten Malang,” terang Sutiyo, sapaan akrabnya.
Perwira yang juga Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Malang itu mengungkapkan Syamsul Hadi dihujani 24 pertanyaan, Haris Fadillah ditanya 14 pertanyaan, Machfudz dimintai 17 keterangan dan  Sulasmani harus menjawab 16 pertanyaan. “Inti dari pertanyaan yakni terkait dari tugas pokok dan fungsi mereka di PDAM. Selain itu juga tentang sepengetahuan mereka terkait kasus korupsi yang diduga dilakukan Adroi,” ungkap dia.
Rencananya, sebelum memanggil Adroi, polisi bakal memeriksa beberapa pejabat lagi. Yakni Kepala Bagian Distribusi, Kepala Bagian Transmisi serta pengembang proyek perumahan tersebut. “Yang pasti, kasus dugaan korupsi ini masih dalam tahap penyelidikan. Setelah itu akan segera dilakukan gelar perkara. Kalau nanti dalam gelar perkara diputuskan untuk meningkatkan status kasusnya menjadi penyidikan, kami segera memanggil Adroi sebagai tersangka,” urai Sutiyo. Seperti diketahui, Adroi diduga terlibat kasus korupsi renovasi sarana air bersih di perumahan Sapto Raya, Graha Valensia dan Gardenia Pakis. Pengerjaan renovasi yang menghabiskan dana senilai Rp 450 juta itu, diduga ada kesalahan yang seharusnya tidak boleh dilakukan Dirut PDAM. Yakni, Adroi mengerjakan sendiri proses pemasangan pipa PDAM untuk air bersih di perumahan tersebut, tanpa melakukan lelang. (agp/mar)