Nahkoda Kapal Ditangkap

KEPANJEN – Satu persatu sindikat penyelundupan imigran gelap, berhasil diringkus petugas Reskrim Polres Malang. Kemarin, satu pelaku lagi berhasil diamankan. Dia adalah Hendik, nahkoda kapal yang bertugas mengantarkan para imigran gelap, dari tengah laut ke Australia. Hendik ditangkap petugas di perairan laut di kawasan Jember.
Pernyataan itu disampaikan Kapolres Malang, AKBP Adi Derian Jayamarta kepada wartawan, saat gelar perkara imigran gelap di ruang Eksekutif Polres Malang, sore kemarin. Adi mengatakan, saat ini sudah ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus imigran gelap itu.
‘’Untuk kasus imigran gelap ini, sudah ada empat tersangka. Satu tersangka baru saja kami tangkap di wilayah Jember. Sekarang (kemarin sore, Red.) masih dalam perjalanan ke sini (Polres Malang). Identitasnya sementara berinisial HD, warga Malang,’’ ungkap Adi Derian Jayamarta. HD diduga inisial dari Hendrik.
Empat orang yang sudah dijadikan tersangka selain Hendik, adalah Eko Wahyudi, 29 tahun, warga Desa Pujiharjo, RT01 RW01, Tirtoyudo. Serta Samiun, 41 tahun, warga Dusun/Desa Purwodadi, RT15 RW05, Tirtoyudo.
Keduanya ini sopir truk yang ditangkap bersamaan dengan diamankannya 38 imigran gelap di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Sabtu (15/12).
Kemudian Pantoro, warga Pujiharjo – Tirtoyudo, yang ditangkap Minggu (16/12) di rumahnya. Pantoro ini adalah seorang nelayan, yang sedianya diminta mengantarkan para imigran dari pesisir Pantai Sipelot, menuju ke tengah laut.
‘’Untuk mengantarkan ke tengah laut itu, dia dibayar Rp 3,5 juta. Sedangkan untuk sopir truk dibayar Rp 1 juta. Mereka ini semuanya kami jerat dengan pasal 120 Undang-undang Nomor 6 tahun 2011, tentang keimigrasian dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara,’’ ujar Adi Derian.
Sedangkan pelaku yang hingga kemarin masih dalam daftar pencarian orang (DPO) ada tiga orang. Mereka adalah Dwi, yang disebut-sebut sebagai perangkat desa. Dwi yang juga PNS ini, berperan sebagai orang yang merekrut kedua sopir dan nelayan untuk mengangkut imigran gelap. Dua lagi adalah aktor utama pengepul imigran gelap berinisial DIM dan ISKD.
‘’Tiga orang yang menjadi DPO ini sudah kami kantongi identitasnya. Peran-peran mereka juga sudah kami pelajari. Saat ini, sudah ada tim khusus yang sedang fokus memburu mereka,’’ tandas mantan Kapolresta Madiun ini.
Lantas berapa dana yang diterima Dwi untuk pengiriman imigran gelap itu? Ternyata lumayan cukup besar. Menurut Kapolres, setiap satu imigran yang dikirim ke tengah laut, Dwi mendapatkan uang Rp 1 juta. ‘’Itu sudah berapa orang. Selama kurun waktu dua bulan ini saja, sudah ada tiga kasus penyelundupan imigran gelap yang berhasil kami gagalkan,’’ katanya.
Sekedar diketahui, 28 dari 44 imigran gelap Sabtu (15/12) dini hari lalu diamankan petugas Reskrim Polres Malang. Mereka diamankan saat perjalanan menuju ke Pantai Sipelot, di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo. Saat diamankan, imigran gelap ini berada dalam satu rombongan, diangkut dua kendaraan truk nopol N 8139 UI dan AG 8403 UK. Dari kasus itu, empat orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. (agp/avi)