Kholil Pasok SS ke Penjara dan Pelaku Curanmor

DPO : Kasatreskoba Polres Malang, AKP Pratolo Saktiawan menanyai Mat Kholil (tengah) dan Asmat alias Bedun.

Pemeriksaan Bandar SS Tumpang
TUMPANG– Sepak terjang Mat Kholil dalam dunia narkoba ternyata sudah cukup lama. Hal ini dikatakan Kasatreskoba Polres Malang, AKP Pratolo Saktiawan, kemarin. Dijelaskan dia, warga Dusun Baran, Desa Kambingan, Tumpang itu sudah sejak 2009 lalu masuk dalam target operasi polisi narkotika. Namanya dicatut oleh Mas’ut, tetangga rumah yang sudah ditangkap terlebih dulu karena menjadi kurir SS. Seperti diberitakan sebelumnya, Kholil yang dikenal cukup licin ini ditangkap anggota Satreskoba Polres Malang, Kamis (20/12) malam. Dia berhasil dibekuk, setelah sebelumnya petugas juga mengamankan Asmat alias Bedun, 44 tahun, warga Desa Tirtomoyo, Pakis di depan area Wendit Water Park (WWP) usai membeli SS dari Kholil.
“Jadi, setelah menangkap Mas’ut, kami juga menangkap Asmat. Dari pengakuan Asmat ini, muncul nama Kholil. Sehingga sudah jelas bagi kami untuk memburu Kholil,” terangnya. Untuk membekuk bandar SS ini, polisi harus memancingnya keluar dari tempat persembunyian.  “Ketika kami gerebek, dia sama sekali tidak berkutik. Apalagi rumahnya sudah dikepung. Dia juga tidak bisa mengelak karena kedapatan barang bukti pula,” ungkap mantan Kasatreskoba Polres Bangkalan tersebut.
Kholil sendiri mengakui terus terang bila mendapat pasokan SS dari seorang temannya asal Sampang, Madura. Sekali transaksi, SS yang diterima Mat Kholil seberat 1 gram senilai Rp 1,6 juta. Pengirimannya tidak lewat paket tetapi datang saat ada undangan sabung ayam. Dari sepoket besar itu, kemudian dijadikan beberapa poket  dan dijual Rp 250.000 per poket. “Kami sudah berangkatkan dua tim untuk memburu pemasoknya itu ke Sampang,” papar dia.  Selain memburu pemasok SS, tim juga mengembangkan ke jaringan lainnya. “Kasusnya akan terus kami kembangkan. Dugaan kami, Kholil juga menyuplai barang haram ini ke dalam penjara,” tuturnya tanpa menyebut lembaga permasyarakatan mana. Yang menarik, Kholil juga menjual SS kepada para pelaku curanmor di wilayah Kabupaten Malang. “Biasanya, sebelum beraksi, mereka (pelaku curanmor) suka mengonsumsi SS dulu,” katanya santai. (agp/mar)