‘Pabrik’ Petasan Digerebek

BARANG BUKTI : Beberapa barang bukti petasan yang diamankan polisi dan (foto kiri) Rubai mengenakan baju tahanan.

DAU– Anggota reskrim Polsek Dau, Jumat (21/12) siang menggerebek sebuah rumah di Dusun Krajan RT02 RW01, Desa Selorejo, Dau yang menjadi tempat untuk meracik dan membuat petasan. Dari tempat tersebut, polisi berhasil mengamankan ribuan petasan jadi, bahan-bahan dan  alat untuk petasan. Tidak hanya itu, Rubai, 40 tahun, pemilik rumah tersebut juga ikut digiring ke Mapolsek Dau. “Tersangka Rubai ini juga yang membuat petasannya,” papar Kapolsek Dau, Kompol Zein Mawardi. Total barang bukti yang diamankan yaitu 1.203 petasan jadi, 326 petasan diameter 2 centimeter belum jadi, 100 petasan diameter 3.5 meter belum jadi, 2 kilogram obat petasan, 102 sumbu petasan belum jadi, 120 sumbu petasan jadi masing-masing panjang 6 meter, sendok makan, kuas, besi kuningan, 0.5 kg serbuk belerang, corong, botol plastik, ember, benang putih satu rol, dan seperangkap alat kayu.
“Tersangka kami kenakan Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” papar Zein, panggilan akrabnya. Menurut dia, terungkapnya rumah yang menjadi ‘pabrik’ petasan tersebut, menurut perwira ini juga berkat informasi dari masyarakat.  “Informasi tersebut kemudian kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan. Beberapa anggota melakukan pemantauan di rumah tersangka,” lanjutnya.  Upaya penyelidikan anggotanya tersebut membuahkan hasil. Mereka melihat beberapa orang yang diduga penjual petasan, keluar masuk dari rumah Rubai dan membawa petasan dalam tas yang dibawanya. Saat itu juga, beberapa anggota reskrim menyergap Rubai yang asyik meracik bahan petasan di dapur rumahnya.
Kedatangan petugas berpakaian preman itu, tak urung membuat bapak dua anak tersebut kaget dan hanya bisa pasrah ketika dibawa ke Mapolsek Dau. Dalam pemeriksaan petugas, Rubai mengaku jika dia sudah sejak bulan Agustus 2012 lalu membuat petasan. “Sebenarnya, saya buat petasan ini hanya berdasarkan pesanan saja,” kata dia. Seperti ribuan petasan yang disita polisi, Rubai mengatakan pesanan dari temannya bernama Wisnu, warga Junrejo, Batu.  “Membuat petasan ini hanya sampingan saja atau kalau ada waktu luang. Beberapa waktu lalu saya mendapat pesanan Rp 100.000 untuk membuat petasan. Semua uang pesanan sudah habis saya belanjakan membeli bahannya,” kata pria yang kesehariannya bekerja sebagai petani itu. (ira/mar)