Pinjam Seminggu, Motor Digadaikan

TAJINAN– Muji Santoso, 28 tahun, terpaksa merayakan tahun baru di balik terali besi Mapolsek Tajinan. Warga Dusun Rambaan, RT10 RW03, Desa Randugading, Tajinan ini, akhir pekan kemarin dijebloskan ke dalam tahanan atas tuduhan penggelapan sepeda motor. Dia dilaporkan oleh Ashar Muklis, 25 tahun, tetangga sekaligus teman dekatnya. “Dia ditangkap ketika berada di rumahnya. Barang bukti yang kami amankan darinya sepeda motor Suzuki Satria R, N 4537 EE milik korban yang digelapkannya,” ungkap Kapolsek Tajinan, AKP Fatkhur Rokhman.
Diperoleh keterangan, penipuan dan penggelapan yang dilakukan Muji Santoso ini, terjadi pada Juni 2012 lalu. Saat itu, Muji yang berstatus duda ini diajak Ashar Muklis, temannya untuk membeli sepeda motor  Suzuki Satria R kepada seseorang di wilayah Dampit.
“Saat itu saya diminta mengantarkannya,” ujar Muji. Usai membeli motor itu, keduanya lalu pulang. Namun sebelum tiba di rumah, saat diperjalanan tersangka mengatakan pada korban supaya motor tersebut ditaruh di rumahnya terlebih dahulu. Alasannya tersangka ingin meminjam motor tersebut selama sepekan. Lantaran teman dekat dan sama sekali tidak curiga, korban lalu meminjamkan motornya. Setelah sepekan, korban berniat mengambil sepeda motornya. Tetapi ketika diminta tersangka malah janji-janji saja untuk mengembalikannya.
Hingga tiga bulan sepeda motor tidak dikembalikan dan diketahui kalau sepeda motor itu telah digadaikan. Pertengahan September 2012, korban yang merasa tertipu melaporkannya ke petugas Polsek Tajinan. Petugas yang mendapat laporan itu, lantas melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi.
Setelah laporan penipuan dan penggelapan cukup bukti, apalagi tersangka juga baru saja menebus sepeda motor yang digadaikan, petugas langsung menangkapnya. “Untuk sementara pengakuannya baru sekali saja. Namun kami tetap akan mengembangkan kasusnya, siapa tahu ada korban lainnya,” papar Fatkhur Rokhman. Sementara itu, Muji mengaku kalau dirinya sama sekali tidak menggelapkan sepeda motor itu. Dia justru mengatakan kalau korban sendiri yang tidak mau mengambil sepeda motornya. “Dulu memang saya gadaikan Rp 1,5 juta. Uangnya habis saya gunakan untuk jajan dan main,” kata Muji. (agp/mar)