Polsek Turen Babat Habis Judi

TUREN– Darmaji, 57 tahun, warga Jalan Punden RT13 RW06, Desa Pagedangan, Turen dijebloskan ke sel Mapolsek Turen, akhir pekan kemarin. Dia diketahui menjual judi kecik (lotre) yang berhadiah rokok. Sebagai barang buktinya, petugas mengamankan uang Rp 30.000 serta satu set judi kecik beserta hadiah rokoknya. “Tersangka Darmaji ini, kami tangkap saat melayani pembeli di warungnya. Dia sama sekali tidak melawan ketika kami amankan,” ujar Kapolsek Turen, Kompol Agus Suryoso. Menurutnya, penangkapan Darmaji ini bermula dari laporan masyarakat sekitar yang mengeluh adanya judi kecik itu. Berdasarkan laporan itulah, petugas lalu mendatangi warung Darmaji yang kemudian menangkapnya.
Dalam pemeriksaan, bapak empat anak dan dua cucu ini, mengaku kalau dirinya jualan judi kecik itu sudah sejak enam bulan lalu. Judi kecik tersebut, dikirim oleh seseorang bernama Andik, warga Bululawang.  “Pengiriman judi kecik itu tidak mesti. Kadang satu sampai dua minggu sekali. Setiap kali kirim, saya menyetorkan uang sebesar Rp 300.000. Sedangkan keuntungan saya sendiri, satu set judi kecik itu mendapatkan Rp 100.000,” ujar Darmaji.
Apakah tidak tahu kalau dilarang ? Darmaji mengatakan kalau dirinya sama sekali tidak mengetahui. “Setahu saya yang dilarang itu jualan togel, judi dadu, judi sabung ayam dan judi kartu lainnya,” jawabnya.
Sukses mengamankan Darmaji, unit reskrim Polsek Turen menggerebek arena sabung ayam di perkarangan kosong Desa Gedog Wetan, Turen, siang kemarin. Sayang, petugas gagal menangkap pelakunya. Mereka kabur begitu mengetahui kedatangan polisi. Mereka hanya berhasil mengamankan dua ekor ayam aduan, satu kurungan ayam serta peralatan judi sabung ayam. “Kemungkinan rencana penggerebekan itu bocor sebelum kedatangan kami,” ungkap Agus, panggilannya. Dijelaskan dia, judi sabung ayam ini sudah dilakukan setiap minggu.
“Pemain judinya tidak hanya warga sekitar, tetapi banyak yang dari luar Turen,” pungkasnya. (agp/mar)