Malam Natal, Perampok Beraksi

BLIMBING– Kantor PT. Sumber Patria Abadi (SPA) Jalan Indragiri I Kav 1A Malang dinihari kemarin disatroni rampok.  Tidak hanya membawa kabur uang senilai Rp 5 juta yang ada di dalam brankas kecil dan dua LCD monitor, pelaku yang beraksi membawa senjata tajam pisau dan parang ini juga menganiaya serta menyekap satpam kantor, Mohammad Sholeh, 34 tahun, warga Dusun Krajan RT02 RW01, Desa Kemantren, Jabung. Hingga kemarin sore, kasus perampokan ini masih dalam penyelidikan anggota Polres Malang Kota dan Polsekta Blimbing.
Nova Halim, salah satu Satpam PT SPA menceritakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00. Saat itu Sholeh sedang beristirahat di pos satpam, tiba-tiba didatangi dua pelaku.
Salah satu pelaku langsung menghunuskan pisau belati ke arahnya yang saat itu posisinya tiduran. Sambil mengancam, pelaku langsung melakban mulut dan mengikat tangan korban menggunakan kabel.  Dengan sangat kasar, pelaku menarik tubuh Sholeh dan didorong menuju lantai dua kantor yang bangunannya menjadi satu dengan kantor Kadin tersebut. Di lantai dua, pelaku menganiaya Sholeh. Tubuh pria yang bekerja lebih dari lima tahun di kantor  PT SPA ini dipukul serta ditendang, lantaran tidak menunjukkan tempat penyimpanan uang.
“Katanya pelaku sempat tanya tempat penyimpanan uang, tapi teman saya menjawab tidak tahu. Mungkin pelakunya emosi, sehingga langsung menganiaya,” ujar Nova.  Lantaran terus menjawab tidak tahu, pelaku pun akhirnya mencari sendiri. Hampir seluruh lemari di kantor tersebut oleh pelaku dibuka. Upaya tersebut membuahkan hasil. Di dalam lemari besi, pelaku berhasil menemukan brankas. Dan seketika itu juga, pelaku membongkar kotak besi warna biru, dan langsung mengambil seluruh uang yang ada di dalamnya.
Tidak puas hanya mengambil uang, pelaku terus mencari barang berharga di kantor tersebut. Termasuk membongkar berkas-berkas yang ada di kantor perusahaan yang bergerak dalam bidang developer tersebut. Namun begitu, sekalipun kondisi kantor berantakan dan banyak kertas berserakan di lantai, faktanya tidak satupun barang berharga lainnya ditemukan. Itu sebabnya, begitu melihat dua layar monitor LCD di atas meja kantor, pelaku pun langsung membawanya.
“Sebelum kabur, pelaku lebih dulu mengikat kaki, serta menutup mata Sholeh dan meninggalkannya di lantai dua,” paparnya. Sholeh berhasil lolos setelah melepaskan ikatan di tubuhnya. Seketika dia melaporkan kejadian ini ke pimpinannya,  Januar Abdi, 33 tahun, warga Jalan Ikan Gurita Kav B, Perum De Cluster Lumba-lumba Malang. (ira/mar)