Pria Misterius Diamankan

KLOJEN– Ibadah Natal di Gereja Katolik St Maria Bunda Karmel (Gereja Ijen), kemarin sore dihebohkan dengan masuknya beberapa anggota Polres Malang Kota ke areal gereja. Membawa senjata lengkap, petugas menyisiri seluruh lokasi gereja tempat ibadah digelar. Bukan itu saja, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap satu persatu jemaat. Hasilnya, seorang jemaat pun diamankan. Yakni Ignatius Risky Nugroho, 34 tahun, warga Jalan Gandaria Malang. Selain tingkahnya mencurigakan, dia juga membawa tas ransel yang berisi HT, borgol, senter, charger HP, dan beberapa benda lainnya.
Informasi yang dihimpun, sejak awal, jemaat yang masuk ke dalam gereka diperiksa petugas. Namun, Risky, panggilan pria ini, bertingkah cukup aneh. Dia malah masuk ke dalam area gereja dengan cara menyelinap sambil membawa tas ransel. Rupanya, kedatangan Risky ini membuat beberapa jemaat heboh.  “Saat tasnya hendak dibuka, dia malah marah. Bahkan menuding kami sebagai orang tak beriman,” kata salah satu jemaat yang minta namanya dirahasiakan. Curiga dengan perilaku Risky ini, panitia perayaan Natal di Gereja Ijen pun menghubungi petugas gabungan yang berjaga di pos pengaman depan gereja tersebut.
Petugas pun berdatangan. Dan melihat kondisi tersebut, petugas lebih dulu melakukan penyisiran. “Kami melakukan penyisiran lebih dulu, sembari memberikan imbauan kepada jemaat yang sudah datang untuk tidak panik. Setelah tidak menemukan benda apapun yang dicurigai, kami lalu mengamankan Risky ke pos pengamanan. Dari sana, dia dibawa ke Polres Malang Kota untuk dimintai keterangan,” ucap seorang petugas. Sementara itu, dalam pemeriksaan sementara, Risky mengaku jika dirinya bekerja sebagai satpam di sekolah Bhakti Luhur. Dia juga mengaku, kedatangannya ke Gereja Ijen untuk ikut ibadah Natal.
Dia mengelak disebut sebagai terduga teroris.  Menurut Rizky, dia membawa benda-benda dalam tas itu karena baru pulang kerja. “Sekarang masih kami amankan. Statusnya masih saksi. Tapi jika dalam hasil pemeriksaan, dia terbukti sebagai pelaku teror, langsung kami tahan,” ujar Kasat Intel Polres Malang Kota, AKP Imam Solikin dikonfirmasi Malang Post semalam. (ira/mar)