Polisi Bebaskan ’Teroris’ Sakit Mental

KLOJEN – Anggota Sat Intelkam Polres Malang Kota akhirnya membebaskan Ignatius Risky Nugraha 34 tahun warga Jalan Gandaria 19 Sukun. Pria yang diamankan menjelang ibadah natal di gereja katolik St Maria Bunda Karmel Jalan Ijen ini sebelumnya diduga sebagai teroris dibebaskan setelah petugas tidak menemukan bukti dia sebagai teroris. Terlebih, dari pihak SMA Bakti Luhur tempat Risky bekerja juga mengatakan jika yang bersangkutan mengalami keterbelakangan mental.
“Selasa (25/12) malam kami sudah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk dari SMA Bakti Luhur tempat Risky bekerja, mengatakan jika Risky mengalami keterbelakangan mental. Dan hasil pemeriksaan juga menunjukkan jika Risky tidak masuk dalam jaringan atau kelompok teroris manapun,’’ kata Kasat Intelkam Polres Malang Kota AKP Imam Solikin saat dikonfirmasi kemarin.
Terkait dengan barang bawaan Risky yaitu tas berisi HT, borgol, cash HP, dan senter juga tidak ada kaitannya dengan aksi teroris. “Dia kami amankan memang perilakunya mencurigakan, yaitu memakai rompi, membawa tas ransel berisi barang-barang tersebut, dan matanya selalu melirik ke kiri dan ke kanan saat akan pelaksanaan ibadah. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan dan mengetahui kondisinya begitu, langsung kami bebaskan,’’ kata Imam lagi. Namun begitu bukan kemudian dibebaskan 100 persen, Imam mengatakan jika pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap Risky.
Seperti yang diberitakan sebelumnya susasana ibadah natal di gereja katolik St Maria Bunda Karmel (Gereja Ijen), petang kemarin dihebohkan dengan masuknya anggota Polres Malang Kota ke areal gereja. Membawa senjata lengkap, petugas menyisiri seluruh lokasi gereja tempat misa digelar. Bukan itu saja, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap satu persatu peserta misa. Tidak hanya secara manual, petugas juga melakukan pemeriksaan menggunakan metal detector. Hasilnya, seorang jemaat pun diamankan. Yakni Ignatius Risky Nugroho, 34 tahun, warga Jalan Gandaria 19, Sukun, , Kota Malang.
Risky diamankan, selain saat mengikuti misa perilakunya mencurigakan, dia juga membawa tas ransel yang dicurigai adalah bom. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap Risky.(ira/eno)