Gara-Gara Status BBM, Benjut Dikeroyok Geng Motor

SIAL: Nura’i menunjukkan foto anaknya yang menjadi korban pengeroyokan
MALANG – Muamar Khadafi 21 tahun warga Jalan KH Zainul Arifin Kelurahan Sukoharjo Kota Malang menjadi korban pengeroyokan. Sekitar 20 orang tak dikenal yang diduga anggota geng motor free style, menghajar Khadafi hingga babak belur dan mengalami gegar otak ringan. Hingga berita ini diturunkan, Khadafi masih menjalani perawatan intensif di RSSA Malang.  
Nura’i ayah Khadafi menceritakan peristiwa pengeroyokan itu sendiri sebetulnya terjadi Rabu (19/12) malam lalu. Berawal dari status blackberry anaknya, yang menuliskan ‘Anak free style Jancok Semua’. Selang beberapa saat setelah menuliskan status tersebut, banyak orang yang menginvite pin BB nya. Salah satunya bernama Dian.
Begitu diterima, Dian langsung mengajak ngobrol Khadafi melalui pesan yang dikirim via Blackberry Mesenger (BBM) tersebut. Tidak lama setelah ngobrol, Dian mengajak korban bertemu di Jalan Dr Sutomo. “Anak saya keluar setelah ada temannya mengajak ketemuan,’’ kata Nura’i yang kemarin mendatangi kantor advokad MS Al Haidary SH untuk meminta bantuan hukum.
Saat berada di Jalan Dr Sutomo, bukan hanya Dian yang menunggu, tapi ada 20 orang tak dikenal lainnya yang menunggu kedatangan Khadafi. “Kami menduga mereka adalah anggota dari geng motor Free Style karena sebelumnya ada yang mengaku begitu saat anak saya datang,’’ kata Nura’I lagi.
Dan 20 orang termasuk Dian ini langsung mengeroyok korban. Tidak hanya memukul dengan tangan kosong, tapi mereka juga memukul korban dengan menggunakan alat. Hingga korban betul-betul tidak berdaya. Aksi pengeroyokan itu sendiri  berhenti setelah banyak orang datang untuk melerai. Hanya saja, kondisi Khadafi sudah sangat memprihatinkan, banyak darah keluar baik dari mulut ataupun hidungnya. “Warga langsung membawanya ke RSSA Malang,’’ kata Nura’i lagi.
Saat itu Nura’i memang tidak langsung melaporkan kasus pengeroyokan ini ke polisi, lantaran dia tidak tahu duduk persoalannya. Ia baru melapor ke Polres Malang Kota, selang  tiga hari kemudian. Tapi yang menjadi persoalan adalah, setelah laporan dibuat, petugas justru diam, dan tidak melakukan langkah apapun terkait kasus ini. Hal inilah yang membuat Nura’i dan keluarga korban kecewa.  
“Persoalannya, setelah laporan diterima hingga saat ini tidak ada tindak lanjut.  Jangankan melakukan pemeriksaan kepada saksi, anak saya sebagai korban saja belum diperiksa,’’ kata Nura’I sambil menghela nafas panjang.
Pria yang kerap dipanggil Pak Cilik ini pun juga mengatakan jika polisi tidak segera bertindak, dia dan keluarga korban lainnya yang akan menuntut balas. “Sepenuhnya kami percaya dengan aparat kepolisian, kami juga berharap petugas cepat bertindak. Kami kawatir, jika akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jika kasus ini tidak kunjung ditangani,’’ kata Nura’i lagi.
Senada Haidary mengatakan jika pihaknya akan segera mendatangi Mapolres Malang Kota untuk menanyakan nasib kasus ini. “Sebagai pihak korban yang hanya berharap ada keadilan, dan penyidik harus secepatnya mengambil tindakan,’’ tandas Haidary.
Terpisah Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Dwiko Gunawan saat dikonfirmasi mengelak jika kasus tersebut tidak ditangani oleh tim penyidik. Sebaliknya kasus pengeroyokan ini masih diselidiki. “Laporannya memang sudah diterima, dan saat ini masih ditangani oleh anggota reskrim, dan masih dilakukan penyelidikan, dengan meminta keterangan para saksi juga barang bukti. Dan jika bukti yang dikumpulkan sudah kuat, barulah kemudian melakukan penangkapan terhadap para pelakunya,’’ tandas Dwiko.(ira/eno)