Pencuri Motor Tewas Dihajar Massa

MENGENASKAN: Kondisi pelaku yang tewas sesaat setelah dihajar ratusan warga.

Satu Pelaku Kabur
KROMENGAN – Salah seorang dari dua pelaku pencurian motor yang belum terungkap identitasnya tewas mengenaskan di Dusun Rekesan Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan kemarin sore. Saat melakukan aksi kejahatan pelaku kepergok warga lalu dihajar massa hingga meregang nyawa di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Hingga berita ini diturunkan pelaku berbadan kurus berkaos warna merah dan bercelana jeans itu belum diketahui identitasnya. Sedangkan pelaku lain yang menurut warga setempat berperawakan kecil cenderung kurus berhasil melarikan diri dan tak terkejar warga.
Saat digeledah petugas kepolisian, dari saku celana pelaku yang tewas ditemukan enam lembar KTP berbagai alamat. Selain itu, polisi juga mengamankan beberapa jenis sikep alias jimat dan pancor (celurit berukuran panjang) yang sebelumnya sempat diacungkan pelaku ke warga yang mengejarnya.
“Dua pelaku belum kita kenali. Meskipun ada banyak kartu identitas tapi saat dicocokkan, tidak ada satu pun yang cocok dengan wajah pelaku yang tewas. Sedangkan yang berhasil kabur, masih kita kejar dengan bantuan info dari warga,” ungkap Kapolsek Kromengan, AKP Mujianto, kepada wartawan kemarin. Hingga tadi malam, suasana TKP masih mencekam. Tim identifikasi Polres Malang juga sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian.
Informasi yang dihimpun Malang Post, sebelum salah satunya tewas, dua pelaku itu sempat mencuri motor Honda Supra X 125 AG 2138 LL milik Nanda Joko Septaria 18 tahun asal Dusun Turusrejo RT01 RW03 Desa Resapombo Kecamatan Doho Kabupaten Blitar, yang parkir di areal kolam pancing Lahor Dusun Rekesan.  
Saat itu Nanda yang baru 15 menit duduk di tepi kolam kaget, saat melihat motornya dituntun oleh orang tak dikenal. Sontak, Nanda pun curiga jika yang menuntun motornya itu maling, bukan petugas parkir. Seketika itu juga ia berteriak maling. Sontak teriakan Nanda ini direspon warga yang selanjutnya mengejar pelaku.
Alih-alih pelaku menyerah, salah satu pelaku justru mengacung-acungkan pancor kepada warga yang mengejar. Hal inilah yang membuat warga semakin emosi, hingga kemudian terus melakukan pengejaran. “Sambil membawa pancor pelaku terus kabur, hanya saja karena tidak tahu jalan, pelaku justru masuk ke gang buntu,’’ kata Wawan salah satu saksi di TKP.
Kendati telah terjebak, pelaku tidak diam. Dia kemudian memanjat tembok, selanjutnya melompat ke jurang setinggi 15 meter yang ada di ujung jalan buntu. Warga pun tidak diam, mereka terus mengejar.
Upaya pengejaran membuahkan hasil. Bak algojo yang haus darah, warga pun menangkap pelaku yang kondisinya tidak berdaya di dasar jurang. Selanjutnya membawa pelaku ke simpang tiga dusun Rekesan, kemudian menghajarnya hingga pelaku bertubuh tambun ini tewas.
Sementara itu, jenazah pelaku sudah di kamar mayat RSSA Malang untuk dilakukan otopsi. Dugaan sementara petugas kepolisian, dua pelaku pencurian yang bernasib naas itu warga Sumber Pucung. ”Namun kami akan terus menyelidiki peristiwa ini hingga tuntas. Apalagi ada pelaku yang berhasil kabur,” tambah Mujianto.
Dari informasi warga di sekitar TKP, lokasi pemancingan di bendungan Lahor memang sering menjadi jujugan aksi pencurian sepeda motor. Sudah puluhan sepeda motor hilang saat ditinggal pemiliknya mancing. ”Kejadian tewasnya pencuri yang kepergok ini adalah puncak kemarahan warga atas beberapa kejadian sebelumnya yang tak berhasil terungkap pelakunya,” beber seorang warga Rekesan.(big/mar/eno)