Bawa SS untuk Pesugihan

LAWANG– Ada-ada saja pengakuan Slamet Yuliadi, warga Dusun Argosari, RT16 RW04, Desa Ringinkembar, Sumbermanjing Wetan, yang ditangkap karena kasus narkotika jenis sabu-sabu (SS) ini. Slamet yang ditangkap awal pekan lalu di sekitar Perum Bedali Agung Lawang ini, mengaku kalau serbuk haram SS tersebut digunakan sebagai ritual mencari pesugihan. Dihadapan penyidik Reskoba Polres Malang, pria 35 tahun ini mengaku kalau SS itu digunakan sesajen atas suruhan Cak Din, warga Desa Bedali, Lawang. Alasannya narkotika golongan satu tersebut sebagai ganti minyak kemenyan dalam ritual mendapatkan uang gaib.  “Apa benar SS itu untuk sesajen atau dihisap sendiri, saya tidak tahu. Sebab saya hanya diminta untuk membawa SS sebagai ganti kemenyan, untuk ritual menarik uang gaib. Saya sendiri sudah dua kali membawakan SS kepada Cak Din. Pertama sekitar sepekan lalu, dan kedua saat ditangkap itu. Dan saya percaya pada Cak Din, karena dia mengaku orang pintar seperti dukun,” tutur Slamet Yuliadi. Serbuk haram SS sendiri, diakuinya didapat dengan membeli kepada seorang temannya bernama Giono, warga Sumbermanjing Wetan, yang kini sedang diburu petugas. Sepoket SS ukuran sedang itu, dibelinya dengan harga Rp 1,5 juta. “Uang untuk membeli SS itu, dari hasil menjual komputer milik anak saya,” ujar Slamet, bapak dua anak ini. Sementara itu, penangkapan Slamet Yuliadi ini, menurut Kasatreskoba Polres Malang, AKP Pratolo Saktiawan, bermula dari warga di sekitar Perum Bedali Agung Lawang, yang curiga dengan keberadaan Slamet. Warga mencurigai Slamet karena bersikap nyleneh pada tengah malam. Dengan kondisi pakaian setengah telanjang (hanya mengenakan celana dalam), Slamet ini menari-nari sembari menggedor pagar rumah warga. Karena kelakuannya yang aneh, warga lalu menangkapnya. Dan ketika dilakukan penggeledahan pakaiannya inilah, ditemukan poketan SS yang kemudian diserahkan ke petugas Polsek Lawang yang selanjutnya dilimpahkan ke Satreskoba Polres Malang. (agp/mar)