Blaar! Mercon di Tangan Meledak

PERIKSA : Anggota Brimob Ampeldento ikut memeriksa rumah yang meledak
Rumah Ikut Hancur
TUMPANG– Sebuah rumah yang juga digunakan tempat produksi mercon meledak di wilayah hukum Polsek Tumpang.  Yakni rumah Jiono, 40 tahun, warga Dusun Prapatan Tulusayu RT39 RW05, Desa Tulusbesar, Tumpang. Tidak hanya menghancurkan seisi rumah tapi ledakan mercon itu juga melukai Jiono dan Zulaikhah, 35 tahun, istrinya. Menurut warga sekitar yang sempat memberikan pertolongan sesaat setelah kejadian mengatakan jika Jiono mengalami luka bakar sekujur tubuh, sedangkan istrinya hanya mengalami luka pada kedua pahanya, akibat tertimpa balok kayu dari atap rumah. “Mereka langsung dibawa ke Puskesmas Tumpang. Tapi karena luka pak Jiono sangat serius dia dirujuk ke RSSA Malang,” kata Supadi, salah satu warga. Ledakan mercon yang dahsyat dan melukai pembuatnya ini langsung menjadi atensi serius anggota Polres Malang, yang datang ke TKP. Bahkan,  Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jaya Marta memimpin langsung olah TKP tersebut. “Selain anggota Polres Malang, olah TKP juga di-back up oleh anggota tim gegana Brimob Ampeldento, Pakis,” ungkap Derian, sapaan akrabnya.
Dijelaskan dia, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00. Saat itu Jiono berada di dapur. Tidak diketahui jelas apakah Jiono sedang memproduksi mercon atau tidak, tapi yang jelas saat Jiono menuju ruang tengah tiba-tiba terdengar suara ledakan dahsyat. “Menurut keterangan istrinya yang sedang nonton televisi di ruang tengah, tangan kanan Jiono memegang mercon berdiameter dua sentimeter,” tambahnya. Saking besarnya, radius suara ledakan mencapai empat kilometer. Warga yang mendengar ledakan kaget dan panik. Mereka langsung keluar. Begitu melihat rumah Jiono hancur, warga pun langsung memberikan pertolongan.  Sementara anggota Polsek Tumpang yang lebih dulu datang ke TKP langsung melakukan pengamanan. Seluruh areal rumah dipasang police line. “Kami datang untuk mengamankan areal TKP. Kami khawatir masih banyak bahan peledak yang ada di dalam rumah dan bisa meledak,” ucap Kapolsek Tumpang,  AKP Hartono. Sementara dari olah TKP sendiri, selain meminta keterangan sejumlah saksi, petugas juga mengamankan barang bukti. Diantaranya tabung gas ukuran 3 kilogram, ratusan mercon berbagai ukuran, beberapa bahan untuk membuat percon berbagai alat pembuat mercon lainnya.
Sementara Sukarto, perangkat desa setempat, yang kemarin datang ke lokasi kejadian mengatakan jika aktifitas Jiono memproduksi (membuat) mercon  memang sudah lama. Hanya saja, hampir dua tahun Jiono tidak lagi memproduksi, dan kembali memproduksi saat hari raya lalu.  Bukan itu saja, Sukarto juga mengatakan jika Jiono memproduksi mercon memang untuk dijual. Sekalipun dia hanya berjualan di rumahnya saja. “Dia hanya melayani pembeli mercon yang datang ke rumahnya,” ujarnya. Selain dijual, Jiono juga kerap menggunakan sendiri mercon hasil karyanya itu. Bahkan, hasil produksi sejak pertengahan bulan lalu rencananya akan digunakan pada saat pergantian tahun nanti. (ira/mar)