Rampok Berpistol Sikat Uang SPBU Rp 210 Juta

MALANG – Bagi anda yang biasa membawa uang ratusan juta, menggunakan motor dan tanpa pengawalan polisi, mungkin harus dipertimbangkan. Jika tidak peristiwa yang terjadi pada Yuliandra dan Imam Hanafi, akan menimpa anda.
Kedua pegawai SPBU PT Amasar Inti Nusantara di Jalan Raya Langsep Kota Malang itu, menjadi korban aksi perampokan. Uang Rp 210 juta yang akan disetorkan ke Bank Mandiri Cabang Wahid Hasyim, dirampok dua orang menggendarai Yamaha Vixion, di Jalan Brigjen Katamso.
Keduanya juga menderita luka tembak. Bahkan Yuliandra, warga Jalan Kemantren Gg III, harus dirawat di RST Soepraoen. Laki-laki 26 tahun itu, menderita luka tembak di paha kirinya. Peluru menembus kakinya dan harus mendapatkan perawatan.
Sedang Imam, warga Jalan Sanan Gg IX, Blimbing bisa langsung pulang, karena hanya terserempet peluru. Setelah dirawat di RS Soepraoen, laki-laki 45 tahun itu, dianggap tidak perlu harus rawat inap. Sedang Yuliandra, dirawat di Paviliun Melati kamar 5.
Anang, salah seorang saksi mata melihat sendiri bagaimana motor Yamaha Jupiter MX dengan nopol N 4423 AK yang dikendarai Imam dan Yuliandra dibonceng, terjatuh. Tidak lama kemudian, terdengar suara letusan senjata api yang diduga berjenis pistol.
‘’Dua kali terdengar suara letusan, selanjutnya pelaku yang mengendarai motor Yamaha Vixion kabur,’’ kata Anang. ‘’Kami tidak berani mengejar. Bahkan menolong korban juga setelah pelakunya betul-betul kabur kea timur,’’ kata Anang.
Padahal kondisi saat itu cukup ramai. Namun karena pelaku menodongkan pistol kepada warga yang melihat, membuat warga hanya bisa terdiam. Anang dan warga lainnya, baru berani menolong setelah pelaku tidak lagi terlihat.
‘’Yang bertubuh sedikit gemuk, (Yuliandra) mengalami luka di paha kiri, sedangkan satunya lagi mengalami luka tembak di paha kiri,’’ kata Anang lagi, yang kemudian membawa Imam dan Yuliandra ke RST Soepraoen untuk menjalani perawatan
Kepada Malang Post, Yuliandra menuturkan bahwa sekitar pukul 11.00, dia dan Imam berniat menyetorkan uang penjualan BBM ke bank. Imam membonceng Yuliandra yang membawa tas cangklong berisi uang Rp 210 juta.
Mereka sudah beberapa kali membawa uang untuk disetorkan. Pengakuan Yuliantra, mulai dari rute hingga motor yang dipakai setiap kali setor, selalu berganti-ganti. Termasuk selalu lewat jalur yang ramai.
Tetapi siang itu hari naas bagi keduanya. Saat melintas di Jalan Brigjen Katamso, tepatnya di depan toko roti Sania, dari belakang sebelah kiri, muncul motor Yamaha Vixion, yang kemudian memepet laju motor korban. Imam pun jatuh.
‘’Sebelum jatuh, pelaku lebih dulu mengeluarkan pistolnya menembak kaki saya. Setelah itu, saya juga dengar suara letusan lagi,’’ kata Yuliandra. Ketika Yuliandra dan Imam terjatuh itulah, salah satu pelaku yang dibonceng sambil membawa senjata api turun dan langsung merampas tas yang dibawa Yuliandra.
‘’Saat berangkat dari SPBU, saya tidak merasa ada orang yang mengikuti,’’ katanya, sembari mengatakan jika kasus perampokan ini sekarang ditangani intensif anggota reskrim Polres Malang Kota.
Sementara Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Dwiko Gunawan mengatakan, usai perampokan terjadi, anggota reskrim Polres Malang Kota langsung datang ke TKP, dan meminta keterangan para saksi.
Di TKP, petugas menemukan dua proyektil, yang diduga dari senpi milik pelaku. ‘’Saat ini anggota reskrim masih berjuang keras untuk mencari identitas pelakunya. Dari keterangan sejumlah saksi, anggota juga sudah mengantongi nopol kendaraan yang dikendarai pelaku,’’ kata Dwiko sembari mengatakan sudah ada enam saksi yang dimintai keterangan termasuk dua korban. (ira/avi)