Upal Beredar di Poncokusumo

PALSU : Tersangka MY, pemalsu uang.
PONCOKUSUMO– Awas, uang palsu (upal) pecahan Rp 100.000 dua hari terakhir beredar di wilayah Kecamatan Poncokusumo. Ironisnya, yang mengedarkan bukan orang dewasa. Sebaliknya adalah anak baru gede (ABG), yang diketahui masih berstatus pelajar kelas I MTs. Dia berinisial MY, warga Desa Ngebruk, RT03 RW04 Poncokusumo. MY sendiri yang masih berusia 12 tahun tersebut, Kamis (27/12) malam lalu sudah diamankan petugas Polsek Poncokusumo, usai menjajakan upal tersebut ke toko-toko di wilayah Poncokusumo. Petugas berhasil mengamankannya setelah sebelumnya mendapat informasi dari warga sekitar.
“Warga melaporkan pada kami kalau MY membawa uang banyak dengan pecahan Rp 100.000. Warga curiga kalau uang yang dibawa itu adalah palsu. Dari laporan itu, kami lalu mencari keberadaan MY. Begitu ketemu langsung kami amankan bersama dengan barang bukti upal pecahan Rp 100.000 sebanyak 24 lembar,” ungkap Kapolsek Poncokusumo, AKP Timbul Wahono.
Dalam pemeriksaan penyidik, MY sama sekali tidak mengaku dari mana asal usul upal yang dimilikinya tersebut. Dia hanya mengaku kalau upal tersebut didapat dari mencuri di rumah seseorang. Hanya saja dimana mencurinya dan milik siapa, MY mengaku tidak tahu.
“Dia (MY, red) hanya mengatakan kalau dirinya sudah membelanjakan 14 lembar upal itu ke toko. Dari mana asal usul upal itu, kami masih mengembangkannya. Apakah atas suruhan orang lain atau orangtuanya kami masih menyelidikinya. Sebab yang bersangkutan sampai saat ini masih tutup mulut. Dia hanya mengaku mendapat dari mencuri,” ujar Timbul Wahono.
Mantan Kapolsek Karangploso ini menambahkan, mengingat usia MY yang masih di bawah umur, usai dilakukan pemeriksaan dan pengembangan, secepatnya MY akan dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. (agp/mar)