Pengasuh TPQ Dikepruk Kunci Pas

POLICE LINE : Tempat kejadian perkara yang sudah dipasang garis polisi.
BULULAWANG- Asiati, 47 tahun, warga Dusun Sido Makmur RT11 RW03, Desa Lumbangsari, Bululawang, kemarin pagi dilarikan ke rumah sakit. Wanita yang kesehariannya sebagai pengasuh Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Asiah, ditemukan bersimbah darah di dalam rumahnya. Hingga saat ini, belum diketahui penyebab kejadian itu. Diduga terjadi percobaan pembunuhan gagal yang dilakukan oleh pelaku. Lantaran saat polisi melakukan olah TKP, tak ditemukan barang-barang korban yang hilang. “Sekilas tak ada barang yang hilang. Sepeda motor Suzuki Satria FU milik anak korban, masih ada di dalam rumah. Namun belum diketahu barang berharga lainnya yang hilang, semisal perhiasan. Karena korban sendiri belum bisa dimintai keterangan dan masih belum sadarkan diri,“ kata Kapolsek Bululawang, Kompol Suparto.
Diperoleh keterangan, kejadian itu diketahui sekitar pukul 05.30. Saat itu tetangga korban bernama Badriah, heran dengan lampu depan rumah Asiati yang belum dipadamkan. Lantaran curiga korban masih ketiduran, membuat Badriah mengetuk romah korban untuk membangunkannya. “Saat istri saya mengetuk pintu itu, tiba-tiba Irvan (anak korban) menjerit keras. Setelah pintu depan dibuka, didapati ibu Asiati sudah tergeletak di ruang tamu, dengan bersimbah darah di kepalanya,“ ujar Suratman, suami Badriah, dimintai keterangan polisi.
Mengetahui hal itu, sontak membuat warga sekitar datang keluar dan membawa ibu satu anak ini ke RS Panti Nirmala. Namun karena lukanya cukup parah, dia dibawa ke RSSA Malang. Status Asiati sendiri diketahui telah menjanda cukup lama. Saat ditemukan bersimbah darah tersebut, ditemukan sebuah kunci pas berukuran 20 dan sebuah kayu, yang diduga sebagai alat pelaku memukul kepala korban.  “Kami masih menunggu korban sadar terlebih dahulu, untuk dimintai keterangan. Sementara Irvan, masih terlihat sangat syok. Menurut warga sekitar, selama ini keluarga tak mempunyai musuh,“ beber Suparto. (big/mar)