Pelaku Penggelapan Motor Dibekuk

JAGA : Ibet Bulan Santoso dijaga petugas Polsekta Sukun.

SUKUN – Dua pelaku penggelapan motor Yamaha Mio, N 2106 JY dibekuk anggota reskrim Polsekta Sukun. Korbannya yakni Syafril Dion, 16 tahun, warga Jalan Satsuit Tubun Malang. Yakni Ibet Bulan Santoso, 23 tahun, dan MD, 16 tahun, keduanya warga Jalan Tlogowaru Malang. Sebagai barang bukti, petugas juga mengamankan satu unit motor Yamaha Mio N 2081 BS, serta HP Nexcom. “Motor kami amankan dari tersangka Ibet. Motor tersebut milik korban yang diganti plat nomornya oleh tersangka, termasuk catnya juga sudah diganti menjadi warna biru, sebelumnya motor tersebut berwarna hijau,” kata Kapolsekta Sukun, AKP Lukman Cahyono kepada Malang Post kemarin.
Penggelapan motor itu sendiri dilakukan kedua tersangka sudah lama. Saat itu Syafril dan Bima 16 tahun, temannya baru saja keluar dari SMKN 7 Jalan Satsui Tubun, tiba-tiba didekati oleh Ibet dan MD, yang seketika meminta uang untuk tambahan membeli minuman keras.
Lantaran takut, Syafril yang mengendarai motor pun langsung memberi uang Rp 5.000 kepada tersangka. Namun bukannya pergi, Ibet justru meminta Sayfril untuk mengantar membeli minuman kerasnya. Syafril pun tidak keberatan. Berboncengan dengan Ibet keduanya menuju ke arah Pasar Gadang. “Saat itu MD ditinggal bersama Bima, teman korban di depan SMKN 7, sedangkan Ibet dan Syafril pergi membeli minuman keras,’’ kata pria dengan tiga balok di pundak ini.
Namun begitu, saat sampai di Pasar Gadang, Ibet yang mengemudikan motor langsung menghentikan kendaraannya, dan meminta Syafril turun. Bukan itu saja, Ibet juga meminta HP milik korban. Meskipun curiga, namun Syafril tidak berani menolak. Terbukti, saat itu motor dan HP nya langsung dibawa oleh Ibet. Syafril baru merasa resah setelah lebih dua jam menunggu, motornya tidak kunjung datang. Dan akhirnya Syafril pulang, dan menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Selanjutnya diantar orang tuanya, Syafril melapor ke Polsekta Sukun. “Begitu mendapat laporan anggota langsung melakukan penyelidikan, dengan mencari identitas  tersangka,” kata mantan Kasatlantas Polres Banyuwangi ini.
Setelah informasi terkumpul, barulah petugas bergerak dengan mendatangi rumah Ibet. Tapi sial, saat itu Ibet yang bekerja sebagai sopir warnen angkutan segala jurusan ini tidak berada di rumahnya, tapi sedang berada di Jalan Martadinata. Petugas pun memburunya, dan malam itu juga dia ditangkap. “Setelah kami menangkap Ibet, baru kemudian kami mengembangkan dengan menangkap pelaku lainnya yaitu MD. Hanya saja, karena usia MD masih dibawah umur, tersangka dan berkasnya kami limpahkan ke Polres Malang Kota,” tandas Lukman. (ira/mar)