Mertua Hilang, Diduga Dibunuh

GARIS POLISI : Warga Desa Gampingan mendatangi TKP sekitar hilangnya Lasemi dan (foto kanan) Lasemi sesaat sebelum hilang.

Temukan Kerudung Penuh Darah
KEPANJEN- Lasemi, 45 tahun, warga Desa Gampingan RT04 RW01 Pagak, dilaporkan hilang di kawasan sekitar Bendungan Sengguruh, Kepanjen, pagi kemarin. Hingga kemarin sore, wanita yang mempunyai dua anak ini belum ditemukan.  Sudarmono, menantu korban, yang tinggal di Jalan Gondomono RT11 RW02, Desa Sengguruh, Kepanjen mencurigai ibu mertuanya menjadi korban pembunuhan. Sebab, pemuda berusia 23 tahun tersebut, menemukan kerudung yang terakhir dipakai mertuanya ini di atas tanah dengan bercak darah yang sangat banyak. “Di sebelah kerudung itu, ada juga potongan kayu yang banyak bercak darahnya,” kata Sudarmono kepada Malang Post. Melihat hal yang janggal itu, pria yang bekerja sebagai operator mesin di  Bendungan Sengguruh itu melaporkan kepada anggota Polres Malang.
Sudarmono menjelaskan, ibu mertuanya itu biasa keluar rumah mulai pukul 03.00 untuk bekerja di daerah bendungan. Namun, sekitar pukul 09.00 kemarin, wanita yang sudah ditinggal meninggal suaminya itu, tak kunjung pulang ke rumahnya. “Biasanya jam 07.00, beliau sudah pulang ke rumah. Tak kunjung pulang, membuat saya bersama istri saya, mencari di sekitar tempat ibu bekerja,“ ujar dia. Dalam pencarian itu, alangkah kagetnya Sudarmono menemukan kerudung yang terakhir dipakai oleh ibu mertuanya bersimbah dengan darah di atas tanah. Apalagi disebelah kerudung warna biru itu, juga terdapat kayu yang terdapat bercak darah.
Masih menurut dia, selama ini ibu mertuanya dikenal ramah dan tak mempunyai musuh. “Ibu saya itu baik pada warga sekitar rumah. Kalau benar ada yang ingin menganiaya atau membunuhnya, saya tak tahu apa penyebabnya,” tuturnya. Sementara itu, polisi yang datang, langsung memasang police line dan melakukan olah TKP, sekaligus menyisir di sekitar lokasi kejadian. Sayangnya, Lasemi hilang bak ditelan angin.  Medan yang berbukit dan luas, membuat kepolisian kesulitan mencari keberadaannya. “Anggota kami masih terus berusaha melakukan penyisiran dan pencarian. Untuk perkembangannya, ditunggu saja,“ kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah. (big/mar)