Dibunuh karena Asmara

PAGAK–  Tak butuh lama bagi polisi untuk mengungkap pembunuhan sadis terhadap Lasemi, 42 tahun, warga Desa Gampingan RT04 RW01 Pagak. Hanya selang beberapa jam setelah mendapat laporan, petugas berhasil menangkap pembunuh janda tiga anak tersebut. Pelakunya Mat Sari, tetangganya sendiri. Pria 45 tahun tersebut, ditangkap petugas Buser Polres Malang sekitar pukul 23.00, di Desa Cungkal, Kalipare. Saat dibekuk itu, tersangka berniat mau kabur ke luar kota. Selain menangkap Mat Sari, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya kerudung korban yang berlumuran darah, kayu untuk memukul korban serta cangkul yang digunakan untuk mengubur tubuh korban. Penangkapan Mat Sari ini sendiri, berdasarkan dari hasil penyelidikan petugas. Polisi mendapat titik terang kalau pelakunya Mat Sari, setelah mendatangkan anjing pelacak milik K-9.
Anjing ini mengendus jejak pelaku mulai dari TKP hingga ke rumah Mat Sari yang berdekatan dengan rumah korban. Dari sinilah petugas mencurigai Mat Sari sebagai pelakunya. Kecurigaan makin menguat setelah Mat Sari diketahui menghilang dari rumah. “Setelah kami selidiki dan diketahui tersangka berada di wilayah Kalipare, petugas menangkapnya” ungkap Kapolres Malang, AKBP Adi Derian Jayamarta. Selanjutnya dari penangkapan Mat Sari ini, terkuak dimana jasad korban disembunyikan. Yang mengagetkan, usai dipukul dengan kayu dan batu, tubuh korban yang sudah tak bernyawa diseret sekitar 10 meter.  Kemudian dikubur diplengsengan dengan posisi sujud. Dalamnya pun hanya sekitar 50 sentimeter dengan panjang sekitar satu meter. Setelah dibongkar, jenazah korban kemudian dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang untuk dilakukan otopsi.  Siang kemarin, usai diotopsi jenazahnya dibawa pulang ke rumah duka yang kemudian dimakamkan di TPU setempat.
Lantas, apa motif di balik pembunuhan sadis tersebut? Mantan Kapolresta Madiun Kota ini, tak mau banyak mengatakan karena kasusnya masih dalam pendalaman penyidik Satreskrim Polres Malang. “Motifnya karena dendam,” ujar Adi Derian Jayamarta. Namun informasi yang diperoleh Malang Post, motif di balik pembunuhan tersebut karena diawali masalah asmara. Korban yang menjanda sekitar lima tahun lalu ini, diam-diam menjalin asmara dengan Tumiran tetangganya yang sudah mempunyai istri. Bahkan, kabarnya dari hubungan gelap tersebut, korban sampai memiliki anak. Tumiran sendiri, merupakan kakak ipar dari tersangka Mat Sari. Sejak menjalin hubungan dengan korban, Tumiran lupa dengan kewajibannya terhadap istrinya. Bahkan, ketika istrinya sakit Tumiran membiarkannya. Dari sinilah, Mat Sari yang tidak terima kakak kandungnya dipermainkan oleh Tumiran, lantas menaruh dendam untuk menghabisi nyawa korban.
Cukup Lama Dendam
Rencananya itu diwujudkan pada Sabtu dini hari lalu. Mat Sari yang sudah hafal dengan kebiasaan korban yang biasa berangkat kerja mencari rongsokan pukul 03.00, langsung menyanggong di balik dinding. Begitu melihat korban melintas, tersangka langsung memukul dan menghabisi nyawa korban dengan kayu dan batu. “Saya sudah cukup lama dendam. Itu setelah melihat kondisi kakak kandung saya Ponirah (istri Tumiran) depresi lantaran memikirkan suaminya yang berhubungan dengan korban itu. Karena dinasehati tidak bisa itulah, salah satu jalannya maka saya merencanakan pembunuhan itu,” ungkap Mat Sari. Sementara itu, suasana duka kemarin menyelimuti keluarga korban. Tiga anak korban, Tria, Ismawati serta Bagus, 11 tahun, tak kuasa menahan tangis. Bahkan, Tria dan Ismawati, beberapa kali pingsan. Keluarga serta tetangga sekitar yang iba dengan ketiga anaknya yang ditinggalkan, berusaha untuk menenangkannya. Seperti diketahui,  Lasemi dilaporkan hilang di kawasan sekitar Bendungan Sengguruh, Kepanjen. Korban hilang karena diduga menjadi korban pembunuhan. Sebab ketika dicari, keluarga hanya menemukan kerudung yang terakhir dipakai korban penuh dengan bercak darah. (agp/mar)