Nyanyi Ibu Lalu Bunuh Diri

SINGOSARI–Warga Perum Pondok Mutiara, Kelurahan Dengkol, Singosari dinihari kemarin digemparkan dengan aksi nekat Andika Firmanto, 16 tahun, warga setempat. Pemuda ini, memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, sesaat setelah malam pergantian tahun. Tubuh Andika ditemukan di teras rumahnya, dengan posisi menggantung, dan leher terjerat tali rafia warna merah. Belum diketahui pasti sebab korban memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Namun ada dugaan, Andika memilih mati lantaran kedua orang tuanya tidak lagi memperhatikan dirinya.
Dugaan tersebut dikuatkan dengan pernyataan Alfon Lolitasari, 16 tahun, warga Jalan Tumapel VIII, Singosari. Gadis yang merupakan pacar Andika ini mengatakan jika sebelumnya Andika sempat berkeluh kesah tentang kondisi keluarganya. Bahkan, Andika  juga mengatakan kerinduannya dengan ibunya yang berada di Kalimantan. “Ibu Andika di Kalimantan, ayahnya juga kerap tidak ada,” kata Alfon, panggilan sehari-harinya. Bahkan, sebelum meninggal, Andika juga sempat menyanyikan lagu berjudul Ibu ciptaan Iwan Fals. “Kata-kata terakhir yang diucapkannya kepada saya adalah enak kamu di sini. Masih ada mamamu. Saya? Ibu saya di Kalimantan, bapak saya juga begitu,” lanjut Alfon menirukan perkataan pemuda yang dicintainya itu.
Alfon yang mengaku kali pertama menemukan jenazah Andika mengatakan jika sebelumnya, sekitar pukul 21.00 Andika lebih dulu datang ke rumahnya di Jalan Tumapel. Namun begitu, Andika justru mengajak Alfon pulang ke rumahnya di Perum Pondok Mutiara. Keduanya pun bercengkrama. Hingga pukul 23.00, Alfon pamit untuk mandi, sedangkan Andika memilih untuk nonton televisi.  “Tadinya saya mengira Andika pamit keluar untuk membeli makanan,’’ kata Alfon. Terlebih selang 5 menit, Alfon juga melihat Andika duduk di teras, sambil kepalanya menunduk.  Dia pun sempat was-was karena Andika dikenal humoris dan kerap bercerita. “Saya betul-betul panik, dan keluar dari dapur. Saat di teras, saya melihat Andika sudah menggantung, dengan leher terjerat tali rafia,” pungkasnya. (big/mar)