Janda Kembang Nyabu Rp250 Juta

Eliana Handayani alias Selli  tersangka sabu

BATU –Diam-diam Desa Pesanggrahan, Kota Batu, sudah sekitar 10 bulan ini jadi persembunyian bandar narkoba jenis sabu-sabu  kelas kakap. Itulah yang baru saja diungkap petugas Reskoba Polres Batu, berhasil meringkus Eliana Handayani alias Selli, 25 tahun yang ngontrak rumah di Jalan Suropati.
Tak tanggung-tanggung dari rumah kontrakan janda satu anak itu, polisi juga menemukan barang bukti sabu sebanyak 25 ons atau senilai Rp250 juta. Keberhasilan mengungkap besarnya barang bukti itu, merupakan menjadi rekor jajaran Polres batu sepanjang tahun 2012.
’’ Untuk sementara tersangka belum mengakui sebagai pedagang atau bandar sabu. Namun melihat begitu banyaknyasimpanan barang bukti di rumahnya, kami yakin sabu-sabu tersebut sengaja akan diedarkan di wilayah kota wisata ini,’’ungkap Kasat Reskoba AKP Zaelani, SH mendampingi Kapolres Batu.
Polisi pun menduga, bahwa Selli masuk jaringan sindikat pengedar sabu Surabaya. Apalagi wanita cukup molek itu, asalnya juga dari Jalan Pakis Sidokumpul, Surabaya.’’ Tersangka pun  sudah sangat piawai menyembunyikan barang bukti, yakni disimpan di bawah kulkas rumah kontrakannya,’’tambah mantan kapolsek Bumiaji Kota Batu ini.
Namun demikian hingga rabu tadi malam, Selli yang menunjukan wajah penyesalannya itu tetap tidak mengakui sebagai pengedar.  ‘’Saya bukan pengedar sabu, tetapi sabu-sabu itu saya pakai sendiri,’’aku Selli dalam pemeriksaan polisi.
Pengakuan itu membuat polisi makin curiga. Sebab, sebagai seorang janda yang mengaku pekerjaan swasta, tetapi barang bukti yang disimpannya justru sebanyak itu.’’ Nggak mungkinlah kalau dikonsumsi sendiri sebanyak itu, paling-paling ukurannya hanya gram,’’tambah Zaelani.
Apalagi ketika diperiksa berulakng kali, Selli hanya mengaku membeli sabu tersebut dari seorang pria berinisial A asal Jakarta yang dalam transaksi itu tidak ketemu penjualnya, melainkan pembayarannya lewat transfer. Pengakuan klasik ini sudah biasa diungkapkan seseorang tersangka pengedar, untuk menyembunyikan jaringannya.
Indikasi lain bahwa Selli merupakan bandar, merujuk kondisi barang bukti yang sudah dikemas dalam plastic poketan sebanyak 30 poket.’’ Apapun pengakuannya, itu hak tersangka, namun kami juga punya bukti sekaligus sedang mengumpulkan saksi-saksi,’’pungkas Zaelani.
Kasubag Humas Polresta Batu, AKP M Yantofan mengatakan, bahwa pihaknya juga mendapat keterangan bahwa tersangka biasa transaksi pada sejumlah tempat hiburan di Kota Batu. Keterangan ini merupakan hasil penyelidikan selama sebulan lebih membuntuti tersangka.
‘’Kali pertama, kami menyanggongnya November lalu. Saat itu kami sempat menangkapnya, namun tidak ditemukan barang bukti sehingga kami lepas. Sedangkan kali kedua, kami sanggong lagi pada sore hari justru ketika dia sudah siap melakukan transaksi untuk pesta tahun baruan,’’urai Yantofan.
Terlepas dari hasil pengakuan tersangka, yang jelas polisi juga menemukan barang bukti lainnya berupa dua botol larutan cap kaki tiga, yang digunakan untuk menikmati sabu. Sebuah ponsel, timbangan digital CHQ pocket scale, serta sebuah sendok makan yang digunakan untuk menakar sabu.
Selain Selli, Satnarkoba juga mengungkap jaringan pengedar pil koplo alias pil dobel L. Yakni tersangka Dwi Cahyono alias Gembel, warga Jalan Ngadirejo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malan. Dan Zakaria Adam, warga Tlogomas Malang.
Gembel membawa barang bukti 99 butir, yang ditangkap di Villa Bukit Mas Junrejo.   Sedangkan Zakaria, kedapatan 635 butir saat ditangkap di rumahnya. Kepada polisi, mereka mendapatkan barang itu dari temanya di Pare dan Kediri. Pil koplo itu biasa dijual anak-anak punk di Kota Batu. (feb/lyo)