Notaris Diduga Buat AJB Palsu

LAPOR : Sukirman melapor ke Unit IV Satreskrim Polres Malang.

KEPANJEN- Sukirman, 51 tahun, warga Dusun Genitri, Desa Kedungrejo, Pakis, kemarin mendatangi Polres Malang. Dia melaporkan Kuntjoro Widodo, seorang notaris yang diduga memalsukan Akta Jual Beli (AJB) rumah yang dihuninya saat ini.  Saat melapor, pria yang juga anggota aktif di Detasemen Polisi Militer (Denpom) V/3 Brawijaya berpangkat Kopral ini, didampingi kuasa hukumnya, Eddy Hartanto SH. Informasi yang didapat Malang Post, Kuntjoro, asal Desa Ngijo, Karangploso itu diduga kuat membuat AJB palsu, yang menyatakan seakan-akan Sukirman telah menjual rumah seluas 262 meter persegi. Padahal selama ini, baik Sukirman maupun Siti Nurifah, 48 tahun, istrinya, sama sekali tak pernah bertemu dengan Kuntjoro, apalagi membuat AJB rumah.
“Yang aneh, di AJB itu ada tandatangan pak Sukirman dan istrinya. Padahal mereka tidak pernah memberikan tanda tangan. Jadi yang kami laporkan adalah dugaan pembuatan AJB palsu,” urai Eddy. Pengacara nyentrik ini kemudian menjelaskan, sebelum masalah muncul, tahun 2006 lalu, Siti Nurifah memang memiliki utang Rp 5 juta kepada Widya Rachmawati, 39 tahun, seorang warga Jalan Digul Malang. Sebagai jaminanannya, Siti menyerahkan sertifikat rumahnya pada Widya. “Ternyata oleh Widya, sertifikat tanah itu diserahkan ke notaris. Lalu oleh notaris Kuntjoro dibuatkan AJB pada tahun 2007 dengan identitas palsu. Rumah yang mestinya seharga tak kurang dari 650 juta, dijual Rp 20 juta,” beber Eddy secara gamblang.
Sebelum laporan ini dibuat, Eddy dan Sukirman sendiri sebenarnya telah melapor ke Polda Jatim. Namun oleh Polda Jatim, kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Malang. Hingga berita ini diturunkan, Sukirman masih dimintai keterangan oleh penyidik Unit IV Satreskrim Polres Malang. (big/mar)