Polisi Tarik Produk Palsu

TARIK : Polisi berencana menarik produk kosmetik dan kapur semut palsu yang sudah beredar.

MALANG– Setelah menetapkan Budi Utomo, 37 tahun, sebagai tersangka, polisi kembali melakukan aksinya. Mereka segera menarik produk kosmetik palsu dan kapur semut palsu yang diproduksi warga Jalan Simpang Teluk Grajakan IV RT16 RW02 Malang tersebut dari pasaran. “Secepatnya akan segera ditarik dari pasaran sebab sudah sangat membahayakan,” kata Kapolsekta Blimbing, Kompol Rofik Ripto Himawan, kemarin. Saat ini, pihaknya masih memeriksa Budi secara intensif, toko-toko mana yang sudah membeli kosmetik dan kapur semut palsu tersebut. “Masalahnya, hingga sekarang dia masih belum mau buka mulut atau memberi data kepada kami, dimana saja dia menjual kosmetik ini ke toko-toko di Malang Raya,” lanjut dia.
Apalagi, menurut mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota itu, pihaknya tidak menemukan bukti pembukuan penjualan kosmetik itu saat melakukan penangkapan. Perwira ini juga menegaskan, penarikan barang bukti kosmetik palsu yang sudah dijual, tidak akan melibatkan instansi terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dengan alasan penarikan itu akan dilakukan sesuai proses hukum yang berlaku. Yang pasti, hingga kemarin, penyidik unit reskrim Polsekta Blimbing masih mengembangkan kasus ini, ke beberapa tempat yang dicurigai berhubungan dengan Budi.
Sumber Malang Post di mapolsek tersebut menjelaskan, polisi tidak yakin sepenuhnya bila bapak tiga anak ini yang mengerjakan produk kosmetik palsu itu. Apalagi pengakuan sebelumnya, bila dia belajar memproduksi kosmetik itu secara otodidak. “Pengakuan ini boleh jadi untuk mengaburkan hal yang sebenarnya. Misalkan tentang jaringan pembuatan hingga penjualannya,” papar sumber yang wanti-wanti dirahasiakan namanya ini. Dijelaskan dia, dari empat produk yang sudah dijual ke pasaran, yakni kapur ajaib merek Bagus, kapur ajaib merek Top Bagus, Lem Glukol dan tambal panci merek Elephant menunjukkan bila Budi sangat mengenal produk tersebut. Sedangkan produk lain, cream (kosmetik) merek Metro, diakui masih dalam penyelidikan secara mendalam.
Seperti diketahui, Polsekta Blimbing membongkar pabrik kosmetik merek Metro dan kapur semut palsu. Budi dan empat anak buahnya, Kosim, 59 tahun, Yuliatin, 37 tahun, Isarotul Ainiyah, 27 tahun, Nilawati Syahroh, 27 tahun, keempatnya warga Jalan Simpang Teluk Bayur, Malang diamankan. Namun, dari hasil pemeriksaan, hanya Budi yang ditahan. Selain sebagai penyandang dana, dia juga yang memiliki ide melakukan pemalsuan produk tersebut. (agp/mar)