Digelar Usai Tahlilan, Tak Ada Bandar

KARANGPLOSO- Satuan reskrim Polsek Karangploso, kemarin malam sukses menggrebek Arena judi yang berlangsung diwilayah hukumnya. Tujuh penjudi berhasil diamankan. Mereka adalah Mulyono 45 tahun, Supeno 48 tahun, Sunardi 28 tahun, Wardi 45 tahun, Kasan 50 tahun, Suratno 29 tahun, dan Panari 62 tahun. Tujuh penjudi ini merupakan warga Dusun Borogragal, Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Selain mereka bertujuh, kepolisian mengamankan uang sebesar Rp 456 ribu, dua buah kartu remi, buku tahlil, sarung bercorak kotak-kotak, Peci warna hitam dan tikar yang masing-masing berjumlah satu buah.
Kapolsek Pakisaji, AKP Drs H. Sugeng Hardiyanto M.M, mengatakan penggerebekan judi remi tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat sekitar, bahwa di rumah Suratno, diadakan judi remi yang meresahkan. “Saat kami gerebek mereka tidak bisa kabur karena rumah Suratno yang jadi tempat permainan judi sudah kami kepung,”  ujarnya kemarin.
Dalam pemeriksaan, mereka tidak mengelak dengan tuduhan yang dibuat oleh petugas. Lebih bejatnya lagi, pengakuan para tersangka dihadapan petugas yang memeriksanya, judi remi dilakuan setiap seminggu sekali, usai melakukan kegiatan rutin kegamaan, yakni tahlilan.
“Jadi sebenarnya mereka berpindah-pindah lokasi tempat perjudian tiap pekannya. Tergantung rumah siapa yang dijadikan tempat untuk tahlil. Kebetulan saat ditangkap oleh anggota kami, tahlilan sekaligus kegiatan judi itu, berlangsung di rumah Suratno,” beber Sugeng secara gamblang.
Sementara dari hasil pemeriksaan yang berlangsung, ketujuh tersangka kemarin menggelar judi, alasannya adalah untuk mengusir rasa bosan dan kantuk usai mengikuti kegiatan tahlilan. Setiap kali putaran ketiganya bertaruh Rp 2.000. “Yang menang siapa, belum tahu tapi yang jelas setiap kali putaran mereka bertaruh Rp 2.000, dan dalam perjudian itu tidak ada bandarnya,” tutup Sugeng. (big/nda)