Saksi Dulu, Gelar Dulu Lalu Izin Dulu

Decky Hermansyah
Pemalsuan AJB
KEPANJEN– Proses penyelesaian hukum secara cepat, bakal tidak diterima Sukirman, 51 tahun, warga Dusun Genitri, Desa Kedungrejo, Pakis. Pasalnya, penyelidikan terhadap pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) rumah miliknya yang diduga dilakukan seorang notaris, Kuntjoro Widodo masih membutuhkan waktu yang cukup panjang. Satreskrim Polres Malang menyatakan masih akan mempelajari dulu berkas-berkas perkara tersebut. “Kami masih harus mempelajari dulu kasusnya, setelah itu harus memeriksa saksi-saksi terlebih dulu sesuai dengan nama yang tercantum dalam AJB tersebut,” tutur Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah.
Pemeriksaan saksi pun menunggu minggu depan. “Setelah pemeriksaa  saksi, penyidik akan menggelar kasus itu dulu untuk menentukan apakah bisa dinaikkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan,” lanjutnya. Jika dalam gelar kasus itu, dugaan pemalsuan AJB yang dilakukan Kuntjoro Widodo terbukti, polisi masih harus melayangkan izin pemeriksaan terlebih dulu kepada Majelis Pengawas Daerah (MPD) Malang. “Untuk memeriksa notaris, harus izin terlebih dulu ke MPD,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Batu itu.
Seperti diketahui, Kuntjoro Widodo dilaporkan ke Satreskrim Polres Malang, Kamis (3/1) lalu. Dalam laporannya, Sukirman yang berdinas di Denpom V/3 Brawijaya tersebut, menjelaskan bila Kuntjoro asal Desa Ngijo, Karangploso itu diduga kuat membuat AJB palsu, yang menyatakan seakan-akan Sukirman telah menjual rumah seluas 262 meter persegi yang ditempatinya sekarang. Padahal selama ini, baik Sukirman maupun Siti Nurifah, 48 tahun, istrinya, sama sekali tak pernah bertemu dengan Kuntjoro, apalagi membuat AJB rumah. (agp/mar)